Sabtu 25 Feb 2023 15:10 WIB

Wisatawan Dilarang Berenang di Pantai Selatan Lebak

Kondisi gelombang selatan Banten cukup tinggi disertai angin kencang.

Ilustrasi ombak besar di pesisir pantai Bagedur, Lebak, Banten. Wisatawan Dilarang Berenang di Pantai Selatan Lebak
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Ilustrasi ombak besar di pesisir pantai Bagedur, Lebak, Banten. Wisatawan Dilarang Berenang di Pantai Selatan Lebak

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan wisatawan yang liburan akhir pekan dilarang berenang di sekitar pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten atau Samudera Hindia. Larangan ini guna menghindari kecelakaan laut, menyusul tinggi gelombang mencapai empat meter.

"Kami minta wisatawan agar mematuhi petugas dan tidak melakukan kegiatan di sekitar pantai, termasuk berenang, karena bisa mengancam keselamatan jiwa mereka," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak Agust Riza Faisal, Sabtu (25/2/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan cuaca di pesisir Pantai selatan Banten tidak bersahabat, selain gelombang tinggi juga tiupan angin cukup kencang dan bisa menimbulkan kecelakaan laut. Bahkan, pekan lalu seorang warga Panggarangan terseret gelombang di Pantai Cisiih hingga sampai kini belum ditemukan.

Karena itu, BPBD Lebak menyampaikan peringatan dan imbauan terhadap wisatawan agar tidak melakukan kegiatan di sekitar Pantai selatan Banten mulai Pesisir Binuangeun, Tanjung Panto serta Pantai Wanasalam. Selain itu juga pesisir Bagedur, Suka Maju, Panggarangan, Bayah, Cihara, Pulomanuk, Panggangan, Karangtaraje dan Bayah.

Saat ini, kata dia, kondisi gelombang selatan Banten cukup tinggi disertai angin kencang. "Kami minta wisatawan dapat mematuhi peringatan imbauan untuk mencegah kecelakaan laut,"katanya.

Menurut dia, cuaca pesisir selatan Banten yang berhadapan dengan Samudra Hindia cukup membahayakan dengan gelombang tinggi hingga 2,5-4,0 meter terjadi 25 Februari 2023 berdasarkan laporan BMKG. Gelombang tinggi juga disertai tiupan angin kencang hingga 25 knot dan bergerak dari arah barat.

Selama ini, para wisatawan yang mengisi liburan ke Pantai Selatan Banten dapat mematuhi peringatan imbauan itu, sebab cuaca buruk itu dapat menimbulkan korban jiwa. "Kami sudah menyampaikan ke pengelola wisata agar melarang wisatawan berenang maupun melakukan kegiatan di pesisir pantai,"kata Agust.

Sementara itu, Levi (35 tahun) wisatawan warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku dirinya bersama keluarga tidak bisa berenang di sekitar pesisir Bagedur, karena gelombang cukup tinggi disertai angin kencang dan hujan. "Kami lebih baik menikmati pemandangan panorama alam di sekitar selatan Banten dengan deburan ombak cukup besar dan tiupan angin," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement