REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (3/3/2026) menutup total Selat Hormuz. Menurut Anadolu, IRGC mengancam kapal yang berani mencoba melintas akan diserang.
"Selat Hormuz ditutup, kapal-kapal yang mencoba melewat akan diserang," demikian keterangan resmi IRGC.
Pada Senin, IRGC mengatakan bahwa mereka mengebom sebuah kapal tanker yang diduga mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal. Menurut pernyataan IRGC, kapal tanker itu bernama Athena Nova, milik sekutu Amerika Serikat (AS) dihantam dengan drone.
IRGC mengatakan, setelah dibom, kebakaran terjadi di kapal Athena Nova.
Selat Hormuz diketahui sebagai jalur perlintasan dari seperlima dari total nilai perdagangan minyak dunia dan juga jalur utama ekspor gas alam cair Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen dari konsumsi harian minyak dunia (sekitar 20 juta barel) melintasi koridor ini.
Aksi IRGC menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari serangan balasan Iran atas pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamanei pada Sabtu pekan lalu oleh Israel dan AS. Serangan balasan Iran nyaris tiada henti hingga Senin menyasar wilayah Israel dan negara-negara kawasan yang dijadikan pangkalan udara AS.