Selasa 03 Mar 2026 03:44 WIB

BREAKING NEWS: IRGC Tutup Total Selat Hormuz, Kapal yang Nekat Melintas akan Dibom

Iran masih terus mengirim rudal ke negara-negara kawasan.

Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Menyusul operasi militer gabungan Israel-AS yang menargetkan beberapa lokasi di Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026 dan serangan balasan Iran di seluruh wilayah tersebut, banyak kapal berlabuh karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, tempat ratusan kapal pengangkut minyak melintas setiap hari, yang berpotensi memengaruhi perdagangan dunia.
Foto: EPA/STRINGER
Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Menyusul operasi militer gabungan Israel-AS yang menargetkan beberapa lokasi di Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026 dan serangan balasan Iran di seluruh wilayah tersebut, banyak kapal berlabuh karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, tempat ratusan kapal pengangkut minyak melintas setiap hari, yang berpotensi memengaruhi perdagangan dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (3/3/2026) menutup total Selat Hormuz. Menurut Anadolu, IRGC mengancam kapal yang berani mencoba melintas akan diserang. 

"Selat Hormuz ditutup, kapal-kapal yang mencoba melewat akan diserang," demikian keterangan resmi IRGC.

Baca Juga

Pada Senin, IRGC mengatakan bahwa mereka mengebom sebuah kapal tanker yang diduga mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal. Menurut pernyataan IRGC, kapal tanker itu bernama Athena Nova, milik sekutu Amerika Serikat (AS) dihantam dengan drone.

IRGC mengatakan, setelah dibom, kebakaran terjadi di kapal Athena Nova.

Selat Hormuz diketahui sebagai jalur perlintasan dari seperlima dari total nilai perdagangan minyak dunia dan juga jalur utama ekspor gas alam cair Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen dari konsumsi harian minyak dunia (sekitar 20 juta barel) melintasi koridor ini. 

Aksi IRGC menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari serangan balasan Iran atas pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamanei pada Sabtu pekan lalu oleh Israel dan AS. Serangan balasan Iran nyaris tiada henti hingga Senin menyasar wilayah Israel dan negara-negara kawasan yang dijadikan pangkalan udara AS. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement