Jumat 24 Feb 2023 04:00 WIB

Senjata-Senjata yang Digunakan dalam Perang di Ukraina

Rusia tidak hanya menggunakan senjata-senjata produksi dalam negeri.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Seorang prajurit Ukraina membawa rekannya yang terluka yang dievakuasi dari medan perang ke sebuah rumah sakit di wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 9 Januari 2023.
Foto: AP Photo/Evgeniy Maloletka
Seorang prajurit Ukraina membawa rekannya yang terluka yang dievakuasi dari medan perang ke sebuah rumah sakit di wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 9 Januari 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, Pada awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengungkapkan kekhawatirannya, Cina mulai memberikan bantuan pada Rusia dalam perang di Ukraina. Meski laporan awal menyebutkan Cina hanya akan mengirimkan 'bantuan tak mematikan', ada juga kemungkinan Beijing akan menyediakan 'dukungan mematikan'.

Walaupun sempat muncul laporan Rusia mulai kehabisan amunisi, serangan udara mereka belum juga berhenti. Sudah setahun penuh melancarkan serangan skala masif ke negara tetangga, senjata Rusia seakan tidak ada habisnya.

Baca Juga

Sebagai produsen senjata, Rusia tidak hanya memiliki banyak senjata dan amunisi, tetapi juga berbagai jenis dan kegunaan. Berdasar pada temuan di medan perang, Rusia tidak hanya menggunakan senjata-senjata produksi dalam negeri.

Prajurit Rusia juga membawa senapan-senapan yang diproduksi negara lain. Seperti submachine gun (SMG) Heckler & Koch MP5 produksi Jerman dan M1928 Thompson dan KRISS Vector dari AS. Meski SMG dalam negeri seperti PPSh-41, PPS-43, OTs-02 Kiparis, PP-2000, AEK-919K, PP-19 Bizon, PPK-20 Vityaz, PP-90, PP-90M1, PP-91 KEDR, dan PP-93 tetap menjadi andalan.

 

Sementara shotgun yang digunakan prajurit Rusia semuanya produksi dalam negeri, baik dari zaman Uni Soviet maupun Federasi Rusia. Seperti Saiga-12, KS-23K, TOZ-87, RMF-93 Rys-F, Molot Bekas-M, Vepr-12, MTs255, dan MTs 21-12. Begitu pula dengan senapan semi-otomatis, prajurit Rusia membawa SVT-40, SKS,  TOZ-78 dan Zastava M59/66.

photo
Senjata anti-pesawat self-propelled Rusia Tunguska mengambil bagian dalam latihan komando dan staf strategis Vostok 2022 di tempat pelatihan Uspenovakyi, di Yuzhno-Sakhalinsk, Timur Jauh Rusia, Rusia, 04 September 2022. - (EPA-EFE/YURI KOCHETKOV)

Untuk bahan peledak seperti granat Rusia menggunakan produksi zaman Uni Soviet, seperti RG-41, F-1, RGO, RGD-5 dan RGN. Begitu pula dengan peluncurnya, GP-25 Kostyor, RGM-40 Kastet,  GM-94, AGS-17 Plamya, dan AGS-30 Atlant. Hanya yang terakhir yang diproduksi Federasi Rusia.

Sistem artileri Rusia seperti peluncur roket dan recoilless rifle lebih variatif. Seri RPG banyak digunakan di Ukraina, mulai dari RPG-7, RPG-18 Mukha, RPG-22 Netto, RPG-26 Aglen, RPG-27 Tavolga, RPG-28 Klyukva, RPG-29 Vampir, dan RPG-30 Kryuk.

Rusia juga menggunakan SPG-9 Kopyo dan PSRL-1 yang merupakan salinan recoilless rifle AS. Tapi prajurit Rusia juga menggunakan Instalaza C90 produksi Spanyol,  M136 AT4 produksi Swedia, Panzerschreck milik Nazi Jerman, Panzerfaust 3 yang diproduksi Jerman modern, M72 LAW dari Amerika, M141 Bunker Defeat Munition dari Amerika, MATADOR (man-portable, anti-tank, anti-door) yang diproduksi Jerman, Israel dan Singapura, dan recoilless rifle Carl Gustaf 8.4 cm produksi Swedia.

 

sumber : Reuters
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement