Selasa 24 Jan 2023 00:51 WIB

Survei LSI: PDIP Kuat di Sumatera, PKS di Banten dan DKI

Survei LSI menempatkan PDIP di urutan teratas elektabilitas dengan 22 persen.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani
Ilustrasi bendera PDIP yang dipasang di pinggir jalan protokol yang ada di kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (12/1).
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Ilustrasi bendera PDIP yang dipasang di pinggir jalan protokol yang ada di kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (12/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pilihan politik masyarakat berdasarkan survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan PDIP di urutan pertama dengan perolehan 22 persen. Daerah yang 'dikuasai 'PDIP termasuk wilayah Sumatera hingga 16 persen.

"Kalau kita lihat dari segi wilayah di Sumatera itu masih PDIP yang secara umum paling banyak tetapi juga ada Gerindra, Demokrat, Golkar kemudian Nasdem itu yang cenderung lebih kuat di wilayah Sumatera pada Januari ini," kata Direktur Eksekutif Djayadi Hanan dikutip dari paparan rilisnya, Selasa (23/1/2023).

Baca Juga

Adapun untuk wilayah Banten, untuk sementara yang paling kuat ada PKS dengan 21,7 persen diikuti oleh Golkar 14,8 persen, PDIP 12,7 persen dan Gerindra 12,6 persen. PKS juga kembali memimpin pilihan politik di wilayah DKI dengan 38,2 persen diikuti PDIP 18 persen dan Gerindra 6 persen.

"DKI itu yang tertinggi disini masih PKS diikuti oleh PDIP lalu partai-partai lainnya," ujarnya.

Di Jawa barat, menjadi wilayah persaingan ketat antara PDIP, Golkar dan Gerindra. PDIP dengan 20,1 persen, Gerindra mendapat 19,8 persen dan Golkar dengan 10,1 persen.

Untuk di wilayah Jateng-DIY, PDIP masih unggul dengan 24,9 persen diikuti partai-partai lainnya seperti Gerindra 5,2 persen, PKB 5,8 persen.

"Di Jawa Timur antara PDIP Gerindra dan PKB yang cukup bersaing, ditambah kemudian yang menarik adalah Perindo dan seterusnya. Sedangkan di Bali Nusa Tenggara seperti biasa, itu lebih tinggi lebih kuat dukungan kepada PDIP kemudian Nasdem lalu Gerindra," ujarnya.

Djayadi pun mengaitkan tingkat kepuasan kepada Presiden terhadap dukungan partai. Hasilnya, mereka yang puas dengan kinerja presiden cenderung lebih mendukung PDIP sebanyak 26 persen.

Kemudian diikuti Partai Gerindra kemudian partai partai lain seperti Demokrat Perindo dan Golkar. Untuk mereka yang tidak puas kepada Presiden cenderung lebih banyak pendukung Gerindra sebanyak 16,5 persen baru diikuti partai lain yakni Golkar, PKS Demokrat.

"Jadi ada semacam pola di situ yang tidak puas dengan Presiden cenderung ke partai-partai oposisi," ujarnya.

Sementara jika dikaitkan dengan dukungan Pilpres 2019, pendukung Jokowi Ma'ruf pada 2019 masih lebih banyak yang ke PDIP sebanyak 33 persen diikuti Gerindra Demokrat, Nasdem dan partai lainnya. Sedangkan pendukung Prabowo Sandi pada 2019 lalu masih banyak memilih Gerindra baru setelah itu PKS, Demokrat lalu Golkar.

"Lagi-lagi kalau kita lihat di sini partisanship yang terkait dengan tingkat kepuasan kepada Presiden maupun hasil Pemilu 2019 masih terlihat pengaruhnya di sini untuk pilihan partai," katanya.

Baca juga : Komisi II: DPR Sepakat Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Meski PDIP Mendukung

Survei LSI tentang Kinerja Presiden, Pencabutan PPKM, Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM, serta Peta Politik Terkini dilakukan melalui telepon dengan metode random digit dialing (RDD) atau secara acak kepada 1.221 responden. Survei yang dilakukan pada 7-11 Januari 2023 ini memiliki tingkat kepercayaan 95 pesen dan margin of error 2,9 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement