Rabu 18 Jan 2023 18:36 WIB

Efek Ridwan Kamil, Golkar Bisa Sapu Bersih Suara Jabar di Pemilu

Efek Ridwan Kamil masih Golkar bisa menyapu bersih suara Jawa Barat di Pemilu 2024.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bilal Ramadhan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan jas kuning Partai Golkar saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023). Efek Ridwan Kamil masih Golkar bisa menyapu bersih suara Jawa Barat di Pemilu 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan jas kuning Partai Golkar saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023). Efek Ridwan Kamil masih Golkar bisa menyapu bersih suara Jawa Barat di Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam, mengatakan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terbanyak di Indonesia.

Melihat hal tersebut, peserta pemilu serentak 2024 dia sebut membutuhkan suara Jawa Barat, khususnya bagi partai politik serta pasangan calon presiden dan wakil presiden, yang butuh suara besar untuk memenangkan pemilu.

Baca Juga

"Artinya, siapa yang menguasai Jawa Barat, kalau misalkan bisa menyapu bersih di Jawa Barat, saya pikir itu berpotensi menjadi pemenang," ujar Umam, Rabu (18/1/2023).

Guru besar ilmu politik di Universitas Paramadina tersebut menuturkan, kontestan pemilu serentak 2024 butuh suara pemilih di Jawa Barat. Berdasarkan data yang dia miliki, lebih dari 204,5 juta suara akan diperebutkan pada pesta demokrasi tahun depan. Dari angka tersebut, 58 persen di antaranya merupakan suara pemilih di Jawa.

Karena itu, menurut dia, jika kontestan pemilu tahun depan menang di Jawa Barat dan kemenangan itu dikombinasikan dengan kemenangan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, atau Banten, peluang menang akan semakin besar. Tapi, menurut Umam, perimbangan suara Jawa Barat dengan daerah lain di Jawa juga tak kalah penting.

"Jadi, pertarungannya memang di Jawa," kata dia.

Senada dengan Umam, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, juga menyampaikan, Jawa Barat merupakan salah satu lumbung suara terbesar untuk pemilu di Indonesia. Karena itu, Adi menilai, daerah tersebut sebagai lumbung suara penting yang harus direbut apabila ingin memenangkan kontestasi pemilihan presiden (pilpres).

"Jawa Barat adalah lumbung suara penting yang mesti direbut jika ingin menang pilpres," kata Adi.

Menurut dia, dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia, Jawa Barat menjadi idola bagi kontestan pemilu. Bahkan, dia menyatakan, menang di Jawa Barat bisa menutup kekalahan di wilayah lain yang jumlah pemilihnya tidak signifikan. Adi menilai, klaim yang menyebut menang di Jawa Barat adalah kunci menuju kemenangan adalah klaim yang rasional.

"Sangat rasional klaim yang menyebut menang di Jawa Barat adalah kunci menuju kemenangan. Dengan catatan di wilayah kunci lainnya seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah juga menang," terang dia.

Walaupun kalah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, menurut dia, selisih kekalahan itu akan tipis jika sudah menang tebal di Jawa Barat. Saat ini, Ridwan Kamil (RK) merupakan tokoh yang sangat kuat dan paling populer di Jawa Barat. Karena itu, partai politik yang menjadi pilihan RK besar kemungkinan akan mendapat tambahan elektabilitas dan tambahan suara di Jawa Barat.

Dalam simulasi survei, lanjut Adi, RK berdampak signifikan secara elektoral ketika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, ataupun Prabowo Subianto. Menurut dia, hal itu tidak lepas dari posisi RK yang sampai saat ini masuk jajaran calon wakil presiden terfavorit.

"Jadi, posisi RK sebagai cawapres memberi cukup insentif politik elektoral. Di Pilpres 2024, posisi cawapres jadi kunci mengingat tak satu pun capres yang mencapai angka psikologis kemenangan," ujar Adi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement