Rabu 11 Jan 2023 10:24 WIB

Cerita Megawati, Dulu Pernah Dijuluki Sebagai Ratu Preman

Mega menyebut, wali kota Solo dua periode FX Rudy dulunya merupakan preman.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menceritakan, perjalanan karier politiknya kala bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Saat itu, dirinya oleh para kader PDI dijuluki dengan semut-semut merah.

Namun, ada julukan lain yang disematkan kepadanya, yakni Ratu Preman. Dia sendiri mengaku kaget ketika pertama kali mendengar julukan tersebut ditujukan kepada dirinya.

"Zaman dulu Ibumu ini dikasih nama Ratu Preman. Lho, saya sendiri kaget lho," ujar Megawati dalam pidato perayaan HUT ke-50 PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023).

Tak dijelaskan detail waktunya, Megawati menuturkan, ketika itu ia sedang berangkat dari rumah menuju kantornya. Padahal, ia masih berpikit, yang disebut sebagai Ratu Preman adalah salah satu pengawalnya.

 

"Yang (lucu) terutama, 'Ratu Premannya ada di mana yo?' Kan ada pengawal saya, (saya tanya) 'eh Ratu Premannya sopo toh?' 'Lho ya Ibulah'," ujar Megawati menirukan percakapannya dengan sang pengawal dengan mimik serius.

"Kok panggilannya Ratu Preman. Wah, keren, emang banyak anak buahku preman tahu enggak, aih gawat," ucap Presiden ke-5 Republik Indonesia itu.

Julukan tersebut terasa benar, ketika Megawati menceritakan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. Ia menyebut FX Rudy yang pernah menjadi wali kota Solo dua periode sebagai preman, karena masa lalunya yang kerap berkelahi. "Itu Pak Rudy itu urusannya maunya berantem melulu, hmmm, dulu dia itu preman loh," ujar Megawati.

Kendati demikian, ia mengaku, terharu melihat FX Rudy dan kader PDIP lainnya yang berawal dari orang kecil. Megawati menyebutkan, dulu sempat menyemangati FX Rudy untuk tidak berkecil hati dengan statusnya tersebut.

"Saya bilang 'Ya nggak usah kamu kecil hati, orang untuk cari kehidupan, sini masuk', saya yang suka nangis, ada sopir truk dia bisa jadi Bupati, namanya Tasdi (bupati Purbalingga)," ujar Megawati.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement