Sabtu 07 Jan 2023 09:02 WIB

Cemas Cuaca Ekstrem? Lakukan Langkah Ini

Potensi cuaca ekstrem justru meningkat di beberapa wilayah Indonesia.

Tukang becak menggunakan jas hujan saat hujan di kawasan Ngabean, Yogyakarta. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa Jogja dilanda cuaca ekstrem. Kondisi tersebut membuat potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta petir dan angin kencang.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Tukang becak menggunakan jas hujan saat hujan di kawasan Ngabean, Yogyakarta. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa Jogja dilanda cuaca ekstrem. Kondisi tersebut membuat potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta petir dan angin kencang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Dalam beberapa hari ke depan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan masih akan terjadi cuaca ekstrem. Ini berarti kita akan mengalami kemungkinan hujan deras dan angin kencang untuk pekan depan.

Tidak perlu cemas menghadapi ini. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem. Berikut di antaranya:

Baca Juga

  • Pastikan aliran air atau sumber daya air di rumah siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
  • Lakukan melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan 
  • Tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon, 
  • Menertibkan baliho semi permanen, 
  • Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antarpihak terkait untuk kesiapsiagaan mengantisipasi bencana hidrometeorologi.
  • Memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem serta prakiraan cuaca berbasis dampak dari BMKG secara lebih rinci dan detail umelalui kanal informasi BMKG
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement