Senin 26 Dec 2022 12:57 WIB

Bantuan Evakuasi Segera Datang, Ganjar Minta Wisatawan di Karimunjawa Tetap Tenang

Ganjar juga minta agar kondisi kesehatan para wisatawan diperhatikan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Andi Nur Aminah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
Foto: Istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Tertahannya ratusan wisatawan di kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah tak luput dari perhatian dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Guna membantu proses evakuasi para wisatawan setelah sejak Jumat (23/12/2022) hingga Senin (26/12/2022) ini tidak ada pelayaran penyebarangan, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah ini juga meminta bantuan kepada PT Pelni.

“Kita juga minta kapal dari Pelni untuk ke sana (Karimunjawa) untuk membantu mengevakuasi wisatawan yang tertahan,” ungkapnya, usai acara penyerahan bantuan peralatan kedaruratan bencana senilai Rp 1,5 miliar untuk PMI Jawa Tengah, di halaman kantor gubernuran, di Semarang, Senin (26/12/2022).

Baca Juga

Gubernur juga meminta para wisatawan yang masih berada di kepulauan Karimunjawa untuk tetap tenang, karena sudah diurus. “Bupati Jepara juga sudah laporan ke kami,” tambahnya.

Sambil menunggu bantuan, gubernur meminta agar kondisi kesehatan para wisatawan juga diperhatikan, termasuk kebutuhan logistik Mereka juga jangan sampai kekurangan.

“Saya minta untuk dipastikan, seluruh wisatawan yang masih di sana jangan sampai kekurangan logistik, pastikan kesehatannya juga sambil menunggu.

Menurut gubernur, walaupun beberapa hari belum bisa keluar dari karimunjawa akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat, laporan dari Kaimunjawa kondisi para wisatawan masih baik semua.

Kepala Syahbandar Karimunjawa, Sunu Retmawanto menyampaikan, terkait dengan jumlah wisatawan yang masih tertahan di Karimunjawa masih dilakukan pendataan oleh masing- masing biro perjalanan wisata. Jumlah terakhir yang sudah terdata mencapai 318 orang.

Sebelumnya, cuaca buruk di sekitar Karimunjawa mulai terjadi pada Kamis (22/12/2022). Akibatnya perjalanan kapal penumpang yang biasanya melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jepara ke Karimunjawa dan kembali lagi ke Jepara tertunda.

Terkait dengan cuaca buruk yang masih berlangsung, gubernur juga mengingatkan kepada masyarakat agar waspada. “Yang tidak kalah penting senantiasa mengakses informasi dan memperhatikan perkembangan cuaca maupun peringatan dini yang dikeluarkan Badan meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” tegasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement