Jumat 23 Dec 2022 22:41 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Oknum Dosen Unand, Korban Ada Delapan Orang

Unand menonaktifkan oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual ke mahasiswi.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Oknum Dosen Unand, Korban Ada Delapan Orang. Foto:   Kampus Universitas Andalas Padang
Foto: Antara/Ikhwan Wahyudi
Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Oknum Dosen Unand, Korban Ada Delapan Orang. Foto: Kampus Universitas Andalas Padang

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG-- Kampus Universitas Andalas, Padang, dihebohkan dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen di Fakultas Ilmu Budaya. Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Sumatera Barat mencatat korban pelecehan oknum dosen tersebut berjumlah delapan orang.

Lima di antaranya ditangani WCC Nurani Perempuan untuk mendapatkan pendampingan.

Baca Juga

"Korbannya ada delapan orang. Lima diantaranya bersama kita untuk pendampingan," kata Direktur WCC Nurani Perempuan, Rahmi Meri Yanti, Jumat (23/12/2022).

Menurut Rahmi, ada satu orang korban yang mengalami pelecehan sampai kepada tindakan pemerkosaan. Sehingga satu orang korban tersebut sampai mengalami trauma mendalam.

Berdasarkan laporan dari korban yang mereka dampingi, modus yang dipakai oknum dosen kata Rahmi hampir sama yaitu soal nilai mata kuliah.

Korban tidak mau melaporkan kejadian yang mereka alami ke polisi karena takut dan malu.

"Takut dikeluarkan kampus dan juga malu aibnya terbuka," ujar Rahmi.

Informasi pelecehan di lingkungan kampus Unand ini viral sejak akun instagram @infounand membuat unggahan pada Rabu (21/12/2022) dengan judul Ancam Tidak Luluskan Mata Kuliah, Oknum Dosen Lecehkan Mahasiswa.

"Sungguh sangat sangat bejad dan tak layak menjadi pengajar. Dengar semua isi rekaman barang bukti secara full bener-bener bikin nyesek, ga nyangka dan bikin geram, marah, emosi campur aduk," tulis akun tersebut.

Sementara Sekretaris Unand Henmaidi mengakui memang ada kasus dugaan pelecehan seksual itu. Kasus ini menurut Henmaidi sudah ditangani tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unand.

"Sedang ditangani Satgas PPKS. Untuk dosen yang bersangkutan juga sudah dinonaktifkan dari mengajar," ucap Henmaidi.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement