Kamis 22 Dec 2022 17:35 WIB

Suara Dentuman di Gunungkidul tidak Disebabkan Aktivitas Tektonik

"Dentuman kemungkinan tidak disebabkan oleh aktivitas tektonik dan aktivitas petir.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita
Stasiun Geofisika Sleman menyimpulkan bahwa suara dentuman di sebagian wilayah Gunungkidul, DIY, bukan disebabkan karena aktivitas tektonik.
Foto: Reuters
Stasiun Geofisika Sleman menyimpulkan bahwa suara dentuman di sebagian wilayah Gunungkidul, DIY, bukan disebabkan karena aktivitas tektonik.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Stasiun Geofisika Kabupaten Sleman menganalisis dentuman di sebagian wilayah Gunungkidul, DIY, Kamis (22/12/2022). Stasiun Geofisika Sleman menyimpulkan, suara dentuman tersebut bukan disebabkan karena aktivitas tektonik.

"Dentuman kemungkinan tidak disebabkan aktivitas tektonik dan aktivitas petir," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi, Stasiun Geofisika Sleman, Dwi Budi Susanti dalam keterangannya, Kamis (22/12/2022). 

Baca Juga

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Stasiun GKJM, Kantor Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, dentuman terjadi sekitar pukul 10.37 WIB. Berdasarkan analisis partikel motion diperoleh perkiraan arah sumber dentuman berada di arah Barat Daya dari Stasiun GKJM Kantor Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul dengan perkiraan jarak 16 km.

Sementara itu berdasarkan analisis spektogram, didapatkan gelombang terjadi dengan frekuensi antara 7 hingga 12. "Berdasarkan hasil monitoring posisi sambaran petir, aktivitas sambaran petir dominan terjadi di arah Barat Laut wilayah DI Yogyakarta dengan jarak sambaran yang tidak memungkinkan untuk terdengar dentumnya di sekitar Gedangsari dan sekitarnya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan dentuman terdengar di sebagian wilayah Gunungkidul. Belum diketahui penyebab dentuman tersebut sampai saat ini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement