Rabu 21 Dec 2022 14:20 WIB

Jembatan Bergerak Ambruk di Nusa Penida, Bali karena Kelebihan Beban

Jembatan berkapasitas 10 orang malah dinaiki 35 orang hingga semuanya masuk ke laut.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.
Foto: Antara
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Bali menyatakan kelebihan beban berat menjadi faktor utama ambruknya jembatan bergerak (moveable bridge) di Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung pada Kamis (15/12). Spesifikasi jembatan panjang bentangan 16,4 meter dan lebar 1,5 meter.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilaksanakan pada Selasa (20/12/2022). Setidaknya ada 35 orang penumpang yang terjun bebas ke laut akibat ambruknya jembatan tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan data, menunjukkan bahwa penyebab ambruknya jembatan bergerak adalah karena kelebihan beban (muatan) dari jumlah maksimal muatan yang diizinkan sesuai dengan SOP yaitu maksimal muatan sebanyak 10 orang bergerak bergantian," kata Satake di Kota Denpasar, Bali, Rabu (21/12/2022).

Berdasarkan hasil penyelidikan Polda Bali, standar operasional prosedur (SOP) menunjukkan proses bongkar muat di dermaga apung jembatan tersebut adalah maksimal hanya dilewati oleh 10 orang bergantian. Setiap orang dilarang berhenti di atas jembatan jembatan bergerak.

 

Pada saat kejadian ambruknya moveable bridge, kata Satake, jumlah beban (muatan) yang melewati jembatan sebanyak kurang lebih 35 orang dalam posisi berhenti. Tim labfor juga mengungkap fakta dari hasil pemeriksaan dan olah TKP jembatan bergerak menunjukkan, spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan detail engineering design (DED) dan as built drawing jembatan moveable bridge.

Petugas juga menemukan titik patah jembatan bergerak berada di titik sambung rangka jembatan kurang lebih berjarak 6,5 meter dari titik tumpu jembatan sisi timur/dermaga. Adapun tim olah TKP Bid Labfor Polda Bali adalah AKBP Anang Kusnadi dan Kompol I Made Agus Adi Putra.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement