Senin 12 Dec 2022 17:54 WIB

Jabar Konsisten Lestarikan Budaya Pencak Silat

Jawa Barat adalah provinsi pertama yang menelurkan usulan Hari Pencak Silat

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) konsisten memajukan dan melestarikan pencak silat baik sebagai olah raga maupun budaya.  (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) konsisten memajukan dan melestarikan pencak silat baik sebagai olah raga maupun budaya. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) konsisten memajukan dan melestarikan pencak silat baik sebagai olah raga maupun budaya. Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, provinsi dengan penduduk 50 juta jiwa sangat kokoh dalam melestarikan budaya.

Dukungan yang diberikan pun tidak hanya berupa anggaran semata, melainkan kebijakan hingga dukungan politik. "Tapi intinya Jawa Barat sangat kokoh dalam pelestarian budaya. Dukungan anggaran dukungan politik, dukungan kebijakan sangat kuat," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil ditemui acara Hari Pencak Silat Jabar di halaman depan Gedung Sate Bandung, Senin (12/12/2022).

Baca Juga

"Jawa Barat adalah provinsi pertama yang menelurkan usulan Hari Pencak Silat tanggal 12 Desember saat ditetapkan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda Unesco," imbuhnya.

Untuk pelestarian pencak silat tetap terjaga dengan baik, Ridwan Kamil akan menjadikannya sebagai kurikulum di level sekolah dasar dan sekolah menengah

pertama.

Namun, kata dia, hal itu bisa terealisasi apabila dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) bisa menghadirkan pelatih memadai. "Tantangan terbesar IPSI dan PPSI ini pelatihnya cukup apa tidak? Nah, kalau pelatihnya memadai menjadi kurikulum di sekolah-sekolah dasar dan menengah, sangat ditunggu-tunggu," katanya.

Komitmen Jabar dalam melestarikan pencak silat dimulai dari rencana pembangunan kampung pencak silat di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dengan lahan seluas 8 hektare. "Semata-mata untuk melestarikan budaya pencak silat yang kita banggakan dan terbukti proses ini menghasilkan atlet-atlet juara Indonesia itu datangnya dari Jawa Barat," katanya.

Hari Pencak Silat di Gedung Sate juga dihadiri perwakilan dari TNI Angkatan Darat (AD) yang ternyata juga menaruh perhatian pada pengembangan pencak silat. Gubernur menilai hal itu membuktikan bahwa pencak silat telah terintegrasi dengan TNI AD dalam kehidupan sehari-hari mereka.

"Kehadiran TNI AD memberi contoh bahwa pencak silat sudah terintegrasi secara kejasmaniaan di TNI AD,"  katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement