REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN, – Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan apresiasi kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, atas peluncuran unit bisnis baru bernama Sundra Family Care yang bertujuan memperkuat ekonomi nasional berbasis koperasi pesantren. Peresmian ini dilakukan pada Selasa di Lamongan.
Ferry menyebut Kyai Ghofur dan Kopontren Sunan Drajat sebagai contoh terbaik bagi koperasi pesantren di seluruh Indonesia. Menurutnya, diversifikasi usaha yang dilakukan membuktikan bahwa kopontren mampu membangun fondasi ekonomi yang kuat dan memberikan manfaat bagi santri serta masyarakat sekitar.
Pembentukan divisi bisnis baru ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi koperasi pesantren di berbagai daerah untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Menkop Ferry juga menilai bahwa Kopontren Sunan Drajat berpotensi menjadi rujukan bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang dikembangkan pemerintah.
Kementerian Koperasi mendukung rencana pengembangan pusat distribusi oleh Ponpes Sunan Drajat untuk mendukung suplai logistik bagi gerai KDKMP. Dukungan ini termasuk pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia jika diperlukan.
Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat Anas Al Hifni menjelaskan bahwa Sundra Family Care menyediakan berbagai fasilitas seperti gerai ritel modern, klinik kesehatan, apotek, playground, dan restoran. Produk yang dijual sebagian besar berasal dari santri dan masyarakat sekitar, menciptakan siklus ekonomi yang saling menguatkan.
Anas menambahkan bahwa Kopontren Sunan Drajat saat ini memiliki 106 mitra KDKMP di Jawa Timur, menjadikannya salah satu yang terbesar di Indonesia. Sebagai bentuk syukur atas pembukaan unit bisnis baru ini, Kopontren Sunan Drajat menyalurkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.