Ahad 04 Dec 2022 01:40 WIB

Plh Gubernur Jabar Usul Rehab Prioritaskan Rumah Ibadah dan Sekolah

Biaya rehab akan ditambah oleh pemerintah Jabar dan kabupaten lainnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengusulkan rehabilitasi bangunan rusak akibat gempa bumi Cianjur memprioritaskan rumah ibadah dan sekolah. Uu juga ingin bantuan tidak terpaku pada simulasi yang diberikan oleh pemerintah pusat, yakni Rp 50 juta untuk bangunan rusak berat dan Rp 25 juta untuk rusak sedang.

"Saya berharap kalau rumah ibadah bisa secepatnya," kata Uu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/12/2022).

Baca Juga

Menurutnya, rumah ibadah dan sekolah layak mendapat subsidi bantuan lebih besar karena berhubungan dengan kepentingan publik. Usulan tersebut telah disampaikan saat rapat bersama Menko PMK dan Menteri PUPR terkait penanganan pascabencana gempa Cianjur secara virtual.

"Harapan kami rumah ibadah ini dibangun sesuai dengan aslinya, kalau memang memungkinkan. Termasuk juga sekolah, ingin diprioritaskan juga," tuturnya.

Sebagai tambahan nominal, Pemprov Jabar dan kabupaten lain dapat berpartisipasi. M Menurut dia, hal itu sudah dibahas dengan pihak DPRD. "Tinggal mungkin mekanisme atau boleh tidaknya (memberikan bantuan) pada titik (penerima) yang sama," kata Uu.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan, usulan Uu tersebut diperbolehkan. Namun ia mengingatkan agar pemberian bantuan harus mengedepankan asas keadilan dan merata.

"Jangan sampai ada yang kebagian, ada yang tidak. Karena itu, silakan nanti diatur sedemikian rupa, sehingga bantuan dari Pemprov betul-betul termanfaatkan dengan baik," pesannya.

Berdasarkan data BPBD Jabar, hingga 30 November 2022, tercatat ada 17.864 rumah rusak akibat gempa bumi Cianjur Rinciannya, 4.376 rumah rusak berat, 5.306 rusak sedang, dan 8.182 rumah rusak ringan. Selain itu, 14 fasilitas kesehatan rusak, 190 rumah ibadah rusak, 511 fasilitas pendidikan rusak, serta 17 kantor dan gedung rusak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement