Ahad 20 Nov 2022 19:09 WIB

Disdik Sulsel: Pembelajaran Sekolah Tetap Berjalan di Tengah Banjir

Disdik Sulsel sbut pembelajaran sekolah tetap berjalan meski berada di tengah banjir.

Tim SAR berjalan melewati jalan yang terendam banjir saat akan mengevakuasi warga di Perumnas Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/11/2022). Disdik Sulsel sbut pembelajaran sekolah tetap berjalan meski berada di tengah banjir.
Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Tim SAR berjalan melewati jalan yang terendam banjir saat akan mengevakuasi warga di Perumnas Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/11/2022). Disdik Sulsel sbut pembelajaran sekolah tetap berjalan meski berada di tengah banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan mengatakan proses pembelajaran di 24 kabupaten dan kota tetap berjalan normal meski sejumlah wilayah tengah dilanda banjir.

Kepala Disdik Sulsel Setiawan Aswad mengatakan sejauh ini belum menerima laporan dari daerah termasuk dari wilayah yang terkena banjir seperti di Makassar, Parepare dan Kabupaten Barru.

Baca Juga

"Hingga hari ini belum ada laporan. Kami sejak awal juga telah mengeluarkan edaran untuk mengantisipasi cuaca ekstrem," ujar Setiawan, Ahad (20/11/2022).

Adapun isi edaran itu diantaranya setiap sekolah dilarang melakukan kegiatan pada bangunan sekolah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrim, seperti berpotensi rubuh akibat angin kencang dan berpotensi rusak akibat banjir sehingga dapat membahayakan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam surat edaran tersebut, setiap sekolah wajib melakukan langkah-langkah antisipasi terkait dengan bencana yang timbul sebagai dampak dari cuaca ekstrem yaitu banjir dan tanah longsor pada lingkungan sekolahnya masing-masing.

Kepala sekolah wajib untuk mengambil tindakan pencegahan dengan melarang peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan beraktivitas di luar ruangan pada saat terjadi cuaca ekstrem.

Kepala sekolah dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, dapat meliburkan sekolah pada saat terjadi cuaca ekstrem untuk mengutamakan keselamatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.

Kepala sekolah diminta untuk melakukan pengamanan terhadap aset penting dari dampak cuaca ekstrem seperti komputer, alat elektronika pendukung smartschool dan peralatan pendukung praktek lainnya yang rawan terhadap air, serta diminta juga mengamankan dokumen penting sekolah lainnya.

"Termasuk tentunya meliburkan sekolah jika tidak memungkinkan untuk menggelar proses belajar mengajar," ujarnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement