Rabu 16 Nov 2022 18:45 WIB

Ini Penjelasan Kemenkes Soal XBB1 dan BQ1

Dua sub varian omicron itu dinilai lebih menular dan memiliki fatalitas tinggi.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ilham Tirta
Siti Nadia Tarmizi.
Foto: Dok Kemenkes
Siti Nadia Tarmizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi XBB1 dan BQ.1 merupakan sub varian omicron. Sub varian ini lebih menular dan fatalitasnya tinggi pada orang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

"Ini (XBB1 dan BQ.1) bukan varian baru, melainkan subvarian omicron," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, risiko kematian pada orang yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis penguat (booster) lebih kecil daripada yang hanya disuntik vaksin Covid-19 dua dosis, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Jadi, urgensi vaksin Covid-19 booster adalah meningkatkan antibodi dan dengan booster menstimulus kembali sel-sel imunitas. Selain itu booster juga diberikan untuk menghadapi mutasi virus.

"Sebenarnya karena virus Covid-19 itu virus RNA yang memang hobinya bermutasi. Makanya dibutuhkan booster untuk menghadapi mutasi virus," katanya.

Sebelumnya, terdapat 48 subvarian XBB maupun XBB1 yang ditemukan dari pemeriksaan pemantauan pengurutan keseluruhan genome (WGS), yang berasal dari DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat. Sementara, kasus BQ.1 dan BQ.1.1 melonjak hampir dua kali lipat di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement