Kamis 17 Nov 2022 00:48 WIB

TMII Siapkan Lahan untuk Anjungan Provinsi Baru di Papua

TMII segera menyiapkan lahan untuk anjungan tiga provinsi baru di Papua.

Pekerja menyiram tanaman dengan latar belakang Teater Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII segera menyiapkan lahan untuk anjungan tiga provinsi baru.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pekerja menyiram tanaman dengan latar belakang Teater Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII segera menyiapkan lahan untuk anjungan tiga provinsi baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyiapkan lahan untuk anjungan daerah provinsi baru meliputi Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

"Kita sudah siapkan meskipun ada dua konsep apakah ini akan dibagi-bagi sesuai provinsinya. Toh kulturnya hampir sama atau jadi satu area yang relatif lebih luas dan dikelola oleh mereka masing-masing," kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC), Edy Setijonodi Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga

Edy menambahkan untuk pembangunan anjungan daerah bagi provinsi baru tersebut pihaknya masih menunggu permintaan dari pemerintah daerah yang bersangkutan.

Dia memastikan TWC sudah menyiapkan segala kebutuhan terkait wacana pembangunan anjungan daerah bagi provinsi baru tersebut. "Tergantung permintaan tapi lahannya sudah kita siapkan," ujar Edy.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meresmikan tiga daerah otonom baru (DOB) provinsi di Papua, yakni Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, pada Jumat (11/11).

Tito menjelaskan peresmian Provinsi Papua Selatan itu berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2022, sedangkan untuk Provinsi Papua Tengah berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2022, dan Provinsi Papua Pegunungan berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2022.

TMII di bawah pengelolaan PT TWC telah merampungkan proses revitalisasi yang telah dimulai pada Januari 2022. Adapun sarana dan prasarana yang direvitalisasi di TMII meliputi: penataan area gedung utama, renovasi joglo (Sasono Utomo, Sasono Langen Budoyo, dan Sasono Adiguno), renovasi museum.

Selanjutnya penataan lanskap anjungan dan pedestrian, penataan ring luar (halte), area parkir, gedung pengelola, penataan lanskap pulau-pulau di danau Archipelago (pedestrian anjungan, amphitheateratau panggung terbuka, dan promenade atau tempat untuk jalan-jalan), dan renovasi eks Teater Garuda.

Penataan juga dilakukan di eks Museum Telkom dan Keong Emas, lanskap pedestrian anjungan, menara pandang, pusat komunitas, dan struktur parkir (elevated).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement