Jumat 11 Nov 2022 04:18 WIB

Pemprov Jatim Dorong Jamu Beras Kencur Diakui UNESCO

Jamu tradisional ini memang sedang diusulkan ke UNESCO sebagai produk Indonesia

 Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong agar jamu beras kencur diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia tak benda asal Indonesia. Tampak  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat pembukaan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 tingkat Provinsi Jawa Timur di Jatim International Expo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/10/2022).
Foto: ANTARA/Rizal Hanafi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong agar jamu beras kencur diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia tak benda asal Indonesia. Tampak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat pembukaan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 tingkat Provinsi Jawa Timur di Jatim International Expo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/10/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong agar jamu beras kencur diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia tak benda asal Indonesia.

Salah satunya dengan memecahkan rekor dunia meminum jamu beras kencur bersama-sama dengan jumlah peserta terbanyak secara "hybrid" usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Surabaya, Kamis (10/11/2022).

Baca Juga

"Jamu tradisional ini memang sedang diusulkan ke UNESCO sebagai bagian dari produk Indonesia yang kami harapkan bisa menyehatkan badan dan jiwa," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan usai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan.

Mantan Menteri Sosial itu juga mendorong tumbuhnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) jamu beras kencur, khususnya di Jatim.

Menurut dia, pemecahan rekor dunia peserta minum beras kencur yang dicatat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus sebagai ajakan kepada masyarakat untuk rajin mengonsumsi jamu tradisional yang dijamin menyehatkan jiwa dan raga. "Kalau produksinya bagus maka menyehatkan dompet pelaku usahanya," ujar dia.

Momen Hari Pahlawan, lanjut Khofifah, harus nyambung dengan pengembangan UMKM. "Kesejahteraan masyarakat harus dibangun," ujar dia

Terlebih UMKM Jatim berkontribusi 57,81 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). "Jamu beras kencur adalah salah satu peluang usaha mikro karena gampang sekali pembuatannya. Yaitu berasnya direndam, kencur diperas, lalu direbus, jadilah beras kencur. Masing-masing rumah tangga bisa melakukan," kata dia.

Gubernur Khofifah menandaskan, kalau jamu beras kencur menjadi sentra UMKM tentu akan menumbuhkembangkan UMKM di Jatim yang berarti menambah sumber eknomi tiap rumah tangga."Penguatan UMKM harus seiring dengan membangun nasionalisme pada Hari Pahlawan," kata dia.

Senior Manager MURI Triyono mengatakan, peserta minum jamu beras kencur yang dilaksanakan serentak secara hybrid usai upacara peringatan Hari Pahlawan di wilayah Pemprov Jatim diikuti lebih dari 21 ribu orang.

"Telah kami catat sebagai rekor dunia. Itu juga bentuk dukungan MURI terhadap agenda jamu beras kencur yang saat ini sedang diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda asal Indonesia," ujar dia.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement