Senin 31 Oct 2022 15:19 WIB

PKS Ungkap Alasan Aher Jadi Cawapres Anies

PKS mengungkap alasan nama Ahmad Heryawan (Aher) disodorkan jadi cawapres Anies.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan alias Aher. PKS mengungkap alasan nama Ahmad Heryawan (Aher) disodorkan jadi cawapres Anies.
Foto: PKS
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan alias Aher. PKS mengungkap alasan nama Ahmad Heryawan (Aher) disodorkan jadi cawapres Anies.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkeinginan mencalonkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman, mengungkapkan sejumlah alasan PKS menyodorkan nama Aher.

Pertama, Aher merupakan sosok yang cukup dikenal di Jawa Barat. Diharapkan Aher bisa meraup suara di Jawa Barat. "Jawa Barat jumlahnya cukup besar," kata Sohibul di Yogyakarta, Senin (31/10).

Baca Juga

Selain itu, Aher juga pernah menjabat sebagai gubernur Jawa Barat dua periode. Menurutnya hal tersebut merupakan nilai lebih. "Beliau punya pengalaman gubernur dua periode kan, itu punya nilai lebih,  kalau di compare dengan calon lain mungkin ini lebih bagus," ujarnya.

Kendati demikian, Nasdem, PKS, dan Demokrat telah sepakat untuk menyerahkan cawapres ke Anies. "Iya pada akhirnya gitu (kembali ke Anies). Yang penting kesepakatan mekanismenya sudah," ucapnya.

 

Sebelumnya Anies menyambangi kantor DPP PKS, Ahad (30/10). Anies mengatakan pembicaraannya dengan elit PKS belum ada kesepakatan.

"Kami mendiskusikan banyak hal, seperti kita tahu masa-masa ini adalah masa membicarakan terkait dengan rencana dua tahun yang akan datang, pemilu dan pilpres. Yang dibicarakan santai, tidak ada sesuatu yang khusus, tidak ada kesepakatan dan lain-lain," kata Anies.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement