Senin 24 Oct 2022 14:20 WIB

IDAI: Korban Anak Meninggal Dunia Didiagnosis Gagal Ginjal Akut Bertambah di NTT

Balita di NTT berusia satu tahun 10 bulan meninggal karena gagal ginjal akut.

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Anak sakit (ilustrasi). Balita di NTT berusia satu tahun 10 bulan meninggal karena gagal ginjal akut.
Foto: www.pixabay.com
Anak sakit (ilustrasi). Balita di NTT berusia satu tahun 10 bulan meninggal karena gagal ginjal akut.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nusa Tenggara Timur melaporkan kasus meninggalnya anak yang didiagnosis meninggal dunia akibat gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) bertambah lagi dari dua orang menjadi tiga orang anak.

"Yang terakhir korban adalah anak berusia 1 tahun 10 bulan, meninggal di RSUD WZ Johanes Kota Kupang," kata Ketua IDAI NTT Woro Indri Padmosiwi di Kupang, Senin (24/10/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, dua kasus sebelumnya yakni anak usia satu tahun 10 bulan di Waikabubak, Sumba Barat yang hendak dirujuk ke Denpasar, Bali, tapi tidak tertolong karena sakitnya semakin parah. Kasus kedua, yakni meninggalnya seorang anak di Kabupaten Rote Ndao yang memiliki gejala yang berkaitan dengan gagal ginjal akut.

Woro menyebutkan anak berusia satu tahun 10 bulan berinisial AR itu sempat dirawat intensif di RSUD WZ Johanes Kupang, tapi tidak tertolong nyawanya. "Kami sudah laporkan kasus ini ke Kementerian Kesehatan," tambahnya.

Pihaknya juga menyarankan agar para orang tua lebih berhati-hati dalam memberikan obat khususnya obat sirup yang dibeli dari apotek-apotek yang ada di NTT. IDAI juga sudah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk menyediakan alat cuci darah bagi anak-anak di NTT.

"Hal ini guna mendukung percepatan penyembuhan anak-anak yang didiagnosis alami gagal ginjal akut sehingga pasien yang sakit tidak perlu lagi mencari perawatan hingga ke luar NTT," ujar Woro.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement