Jumat 21 Oct 2022 17:40 WIB

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Pendopo Kota Banjar

Sudah empat orang saksi, termasuk masyarakat yang melihat adanya seseorang lari TKP.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah
Garis polisi terpasang di sekitar Pendopo Kota Banjar yang mengalami kebakaran pada Jumat (21/10/2022) pagi.
Foto: dok. istimewa
Garis polisi terpasang di sekitar Pendopo Kota Banjar yang mengalami kebakaran pada Jumat (21/10/2022) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR -- Aparat kepolisian masih belum mau menyimpulkan penyebab kebakaran yang terjadi di aula Pendopo Kota Banjar pada Jumat (21/10/2022). Saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Banjar masih melakukan penyelidikan.

Kepala Polres Banjar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Catur Prabowo, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada empat orang saksi, termasuk masyarakat yang melihat adanya seseorang lari dari tempat kejadian perkara (TKP) saat kejadian. Namun, polisi masih akan mencari keterangan lain terkait peristiwa ini.

Baca Juga

"Kami juga masih mencari CCTV di sekitar lokasi. Kami masih melakukan penyelidikan," kata dia saat dikonfirmasi.

Ihwal adanya informasi mengenai ciri-ciri pelaku terkait kebakaran Pendopo Kota Banjar yang menyebutkan bersumber dari Polres Banjar, Kapolres mengaku belum mengeluarkan pernyataan terkait penyebab kebakaran. Informasi itu dipastikan bukan dari Polres Banjar.

"Karena kami masih dalam penyelidikan. Jadi kami belum bisa menyimpulkan itu sengaja dibakar atau ada kelalaian," kata dia.

Sebelumnya, aula Pendopo Kota Banjar yang berlokasi di Jalan Letjen Suwarto, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengalami kebakaran pada Jumat pagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar, Ade Setiana, mengatakan, pihaknya menerima informasi kebakaran itu pada sekitar pukul 03.30 WIB. Ia langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar untuk melakukan pemadaman. "Yang terbakar itu kursi sofa dua, kursi plastik satu, podium, dan atap," kata dia.

Menurut dia, kerugian atas kejadian kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 270 juta. Sebab, terdapat sejumlah barang yang terbakar.

Ade mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran itu. "Dugaan sementara tidak ada tanda-tanda korsleting listrik. Nanti menunggu dari kepolisian," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement