Selasa 18 Oct 2022 12:55 WIB

Keluarga Mayat Terbungkus Plastik di Kolong Tol Sambangi RS Polri

Keluarga kemarin siang masih sempat kontak dengan almarhum.

Warga dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan terbungkus kantong plastik di kolong Tol Becakayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (17102022) malam.
Foto: Wikipedia
Warga dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan terbungkus kantong plastik di kolong Tol Becakayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (17102022) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keluarga dari korban mayat perempuan terbungkus plastik di kolong Tol Becakayu, mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (18/10/2022). Mayat tersebut ditemukan kemarin malam.

"Saya dapat telpon dari kakak saya, sekitar jam 03.00 WIB, setelah subuh, kalau adik saya sudah tidak ada," kata kakak korban, Yoris. Ia mengaku, datang ke RS Polri untuk mengambil jenazah adiknya bernama Ade Yunia Rizabani (36 tahun).

Baca Juga

Yoris menambahkan bahwa korban tinggal sendiri di indekos Jakarta Barat. Dia mengatakan terakhir melakukan komunikasi dengan adiknya itu pada Senin (17/10/2022) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

"Saya WA dia di mana, mau ketemu. Tapi tidak bisa karena dia lagi sibuk kerja," ujar Yoris.

Yoris mengatakan ketika ia berusaha untuk menghubungi adiknya lagi pada sore harinya sudah tidak ada balasan dari yang bersangkutan. "Pas saya cek lagi sekitar jam tiga sore sudah tak bisa dikontak. Malam, saya telepon sekitar jam 9 sudah tidak diangkat," kata Yoris.

Keluarga korban hingga saat ini belum mengetahui penyebab kematian dari Ade Yunia Rizabani tersebut. Dia pun meminta pihak kepolisian terutama Polres Metro Bekasi Kota untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan terbungkus kantong plastik di kolong Tol Becakayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB. Mayat terbungkus plastik itu pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mengganti ban truk di dekat lokasi kejadian. Warga yang mencurigai adanya bungkusan plastik berisi kaki manusia kemudian melaporkan ke pihak RT dan kepolisian.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement