Senin 10 Oct 2022 14:37 WIB

Masyarakat Jatim Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Masyarakat Jatim diimbau untuk melakukan penataan lingkungan.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil
Masyarakat Jatim Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem. Foto: Cuaca ekstrem (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Masyarakat Jatim Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem. Foto: Cuaca ekstrem (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengingatkan masyarakat di Jawa Timur untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem memasuki awal musim hujan. Teguh mengungkapkan, berdasarkan analisis terkini, kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan.

"Hasil analisis dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan," ujarnya, Senin (10/10/2022).

Baca Juga

Selain itu, lanjut Teguh, hasil analisis juga menunjukkan aktifnya fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby, serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang masih hangat dengan anomali antara +1.0 sampai dengan +3.0 drajat selsius. Hal ini menyebabkan suplai uap air akan semakin banyak di atmosfer.

"Kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan hujan es," ujarnya.

Teguh pun membeberkan beberapa wilayah yang patut meningkatkan kewaspadaan karena potensi dilanda cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hujan es, maupun tanah longsor . Pada periode 10 hingga 16 Oktober 2022 daerah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem antara laim Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.

Kemudian ada Jombang, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Malang, Kota Malang, Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

"Masyarakat diimbau untuk melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran irigasi sungai-sungai, memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh, menertibkan baliho semipermanen, serta selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi," ujarnya.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement