Sabtu 08 Oct 2022 18:39 WIB

UAH Harap Muktamar ke-48 Muhammadiyah Berkontribusi Bagi NKRI

Ustadz Adi Hidayat juga menyerahkan beasiswa khusus untuk mencetak ulama berkompeten.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kader Muhammadiyah Ustazd Adi Hidayat (UAD).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Kader Muhammadiyah Ustazd Adi Hidayat (UAD).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kader Muhammadiyah Ustaz Adi Hidayat (UAH) berharap, Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kota Surakarta, Jawa Tengah pada pertengahan November 2022, dapat berkontribusi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Muktamar juga ditargetkan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"Ada dua hal penting terkait kedatangan saya ke sini, yakni support untuk terselenggaranya muktamar, juga berbagai hal yang bermanfaat baik untuk internal Muhammadiyah dan berkontribusi bagi NKRI," katanya pada acara Tabligh Akbar Semarak Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kota Surakarta, Sabtu (8/10/2022).

Ustaz Adi Hidayat menyampaikan, melalui muktamar tersebut akan lahir berbagai kebijakan yang bermanfaat dan dapat diintegrasikan dengan yang dibutuhkan oleh pemerintah. "Muktamar juga diharapkan dapat spirit lebih kuat, memberikan sinergi dan program luar biasa, yakni menghidupkan, bukan hanya nilai keislaman tetapi juga nilai kemanusiaan yang bisa dioptimalkan di Indonesia bagian timur," katanya.

Terkait pelaksanaan muktamar ke-48, UAH mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, yang diwakili Wali Kota Gibran Rakabuming Raka karena siap membantu menyukseskan acara tersebut. "Statemennya jelas, akan mengoptimalkan tempat-tempat yang bisa diperbantukan, termasuk presiden juga komitmen akan membantu," kata UAD.

 

Sementara itu, terkait kontribusi untuk NKRI, ke depan pihaknya juga melakukan tindak lanjut berbagai program yang dapat disinergikan dengan berbagai pihak termasuk umat non-Muslim yang juga memiliki program serupa. Dalam kesempatan itu, UAH menyerahkan sejumlah beasiswa khusus untuk mencetak ulama berkompeten, yang paham tentang nilai keislaman.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement