Selasa 04 Oct 2022 16:58 WIB

Sudin SDA Jaktim Bangun Penyaring Sampah untuk Cegah Banjir

Pembangunan dua alat penyaring sampah tersebut mencapai Rp 9,9 miliar

Red: Nur Aini
Tumpukan sampah di salah satu sungai (ilustrasi). uku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur membangun sebanyak dua unitrotary screen atau jaring putar untuk menyaring sampah penyebab banjir yang terbawa aliran sungai dari arah Kota Depok, Jawa Barat setiap kali turun hujan.
Foto: Istimewa
Tumpukan sampah di salah satu sungai (ilustrasi). uku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur membangun sebanyak dua unitrotary screen atau jaring putar untuk menyaring sampah penyebab banjir yang terbawa aliran sungai dari arah Kota Depok, Jawa Barat setiap kali turun hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur membangun sebanyak dua unitrotary screen atau jaring putar untuk menyaring sampah penyebab banjir yang terbawa aliran sungai dari arah Kota Depok, Jawa Barat setiap kali turun hujan.

Kasudin SDA Jakarta Timur Wawan Kurniawan mengatakan jaring sampah itu dibangun di pintu air Cawang Wika dan pintu air Kramat Jati di Jalan Dato Tonggara.

Baca Juga

"Pembuatan saringan sampah ini sudah dikerjakan sejak 19 Juli 2022 dan targetnya pada akhir November tuntas," kata Wawan Kurniawan di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Wawan menambahkan pembangunan jaring sampah di saluran Phb Cawang Wika itu untuk menjaring sampah agar tidak masuk ke kali Cipinang.

 

Demikian halnya juga yang di pintu air Dato Tonggara Kramat Jati, untuk membersihkan sampah yang terbawa arus di Kali Cipinang. Saat ini progres pengerjaan jaring sampah itu sudah rampung 50 persen dan sedang dilakukan pembuatan dudukan jaring sampah.

Dia mengatakan nilai kontrak pembangunan dua alat penyaring sampah tersebut mencapai Rp 9,9 miliar dari APBD 2022.

Kepala Seksi Pengelolaan Sarana Sudin SDA Jakarta Timur, Ikhwan Maulani menambahkan sistem kerja jaring sampah itu menyaring semua sampah yang mengalir di kali menggunakan mesin.

Kemudian diangkat ke atas permukaan air melalui konveyor untuk dibawa menuju bak sampah yang disiapkan di pinggir kali. Sehingga, sistem kerjanya seperti kincir air.

"Kalau rotary screen-nya masih dalam proses perakitan di workshop. Sedangkan di lokasi pemasangan rotary screen saat ini masih dalam proses struktur sipil yakni pembuatan dudukan rotary," tutur Ikhwan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement