Jumat 23 Sep 2022 23:12 WIB

Dinkes Aceh Timur Wacanakan Surat Keterangan Imunisasi Jadi Syarat Masuk Sekolah

Capaian imunisasi anak di Aceh Timur rendah karena orang tua meragukan vaksin

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Petugas memasukan dosis vaksin campak rubella. Capaian imunisasi anak di Aceh Timur rendah karena orang tua meragukan vaksin. Ilustrasi.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas memasukan dosis vaksin campak rubella. Capaian imunisasi anak di Aceh Timur rendah karena orang tua meragukan vaksin. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Timur mewacanakan surat keterangan imunisasi sebagai syarat bagi anak yang masuk sekolah, terutama sekolah dasar, di kabupaten tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur Sahminan melalui Penanggung Jawab Imunisasi Era Zarnila mengatakan surat keterangan tersebut bertujuan untuk memotivasi masyarakat melakukan imunisasi kepada anaknya.

"Kendala kami di lapangan saat ini masih banyak masyarakat tidak mengizinkan anaknya untuk diimunisasi. Bahkan masih ada orang tua tidak mengimunisasi anaknya karena meragukan kehalalan vaksin," kata Era Zarnila, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga

Padahal, vaksin imunisasi yang diberikan kepada anak tentunya sudah melewati semua prosedur. Termasuk kehalalan vaksin yang sudah terjamin.

Menurut Era, anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap atau bahkan tidak pernah mendapatkan imunisasi sedari lahir menyebabkan rentan terhadap penyakit. Ia menjelaskan imunisasi meningkatkan kekebalan tubuh. Jika tidak diimunisasi bisa menyebabkan anak-anak mudah tertular penyakit berbahaya karena tidak adanya kekebalan tubuh terhadap penyakit.

"Seperti saat ini, kami menangani 242 anak di Aceh Timur yang memiliki gejala klinis penyakit campak rubela dan empat di antaranya terkonfirmasi. Ini karena tidak adanya imunisasi," kata Era Zarnila.

Dengan adanya kasus tersebut, kata dia, Dinas Kesehatan Aceh Timur melakukan berbagai macam upaya seperti sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kemudian, Dinkes menindaklanjuti kejadian kasus campak dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, pengambilan sampel untuk konfirmasi guna penegakan diagnosis kasus, serta melakukan imunisasi campak rubela.

"Capaian imunisasi campak rubela di Aceh Timur masih rendah, baru tercapai 19,4 persen atau 23.804 anak yang mendapat imunisasi," kata Era.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement