Kamis 15 Sep 2022 13:42 WIB

Polisi Siagakan 6.142 Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa

Polisi mengingatkan peserta aksi menjaga barisan dan waspada penyusup.

Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/9/2022). Mereka menuntut pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), menaikkan upah Kota Depok 2023 sebesar 15 persen dan batalkan UU Cipta Kerja Omnibus Law.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/9/2022). Mereka menuntut pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), menaikkan upah Kota Depok 2023 sebesar 15 persen dan batalkan UU Cipta Kerja Omnibus Law.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Polda Metro Jaya bersama TNI dan pemerintah daerah menyiagakan 6.142 personel gabungan dalam rangka pengamanan unjuk rasa. Rencananya akan ada unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Jakarta dan sekitarnya.

"Personel pengamanan disiapkan 6.142 personel gabungan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Baca Juga

Zulpan mengatakan, unjuk rasa Kamis ini akan dilakukan oleh elemen mahasiswa yang tersebar di dua lokasi, yakni di Bundaran Patung Kuda dan Gedung DPR/MPR RI di Jakarta Pusat. Sedangkan, massa buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Depok, Kantor DPRD Kota Bekasi dan Kantor Pemkot Bekasi.

Menurut data Polda Metro Jaya, massa yang akan mengikuti aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM Kamis ini berjumlah kurang lebih 2.000 orang. Zulpan juga mengimbau kepada peserta aksi untuk selalu mematuhi peraturan agar aksi penyampaian pendapat berlangsung aman dan kondusif.

Dia juga mengingatkan kepada peserta aksi untuk saling menjaga barisan dan waspada terhadap penyusup yang berupaya membuat keonaran di tengah aksi penyampaian pendapat masyarakat.

Terkait aksi unjuk rasa tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa. "Alih arus dilaksanakan Kamis pada 15 September 2022 pukul 10.00-selesai. Masyarakat menuju Istana agar mencari jalan alternatif lain," demikian dilansir dari akun Twitter Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro.

Adapun skema pengalihan arus lalu lintasnyasebagai berikut.

1. Arus lalu lintas dari arah Bundaran HI menuju Jalan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Merdeka Selatan.

2. Arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira (situasional).

3. Arus lalu lintas dari arah Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit/Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Juanda atau ke Jalan Suryopranoto.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Gajah Mada dialihkan ke Jalan Tanah Abang Satu.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement