Jumat 09 Sep 2022 19:38 WIB

Pemkot Tangsel akan Bagikan BLT BBM ke 7.000 Penerima

Dana BLT BBM berasal dari 2 persen dana transfer umum Tangerang Selatan

Rep: Eva Rianti / Red: Nur Aini
Petugas menghitung bantuan langsung tunai (BLT) BBM ilustrasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terimbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petugas menghitung bantuan langsung tunai (BLT) BBM ilustrasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terimbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terimbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada 7.000 keluarga penerima manfaat (KPM). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan, dana BLT berasal dari 2 persen dana transfer umum (DTU). Hal itu sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat untuk pengalokasiannya. 

Baca Juga

"Kalau kita konversi, 2 persen dari DTU akan fokus di Rp4,2 miliar. BLT-nya Rp150 ribu sebanyak empat kali. Jadi (penerimanya) sekitar 7.000," kata Bambang, ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jumat (9/9/2022). 

Bambang menjelaskan, BLT BBM tersebut merupakan opsi kesepatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Banten. Beberapa waktu lalu, kata dia, sudah dilakukan koordinasi kabupaten/ kota se-Banten untuk menyepakati bantuan itu sebagai pilihan atas dampak kenaikan BBM. 

Bambang menuturkan, data jumlah 7.000 KPM BLT tersebut berasal dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Namun, dia belum memastikan kapan penyalurannya akan dilakukan. 

"Kita sudah sepakat menggunakan DTKS karena paling terukur dengan clue utama adalah profesi. Kita sudah ada surat edaran dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten untuk mencari masyarakat paling layak dan kita mengikuti itu semua. Kalau kapan belum ya (belum dipastikan waktu penyalurannya)," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement