Rabu 07 Sep 2022 20:47 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga Level III, Warga Diimbau Aktivitas Radius 5 Kilometer

Wisatawan, pendaki, hingga nelayan diimbau tidak mendekati kawah Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda mengalami erupsi.
Foto: PVMBG
Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda mengalami erupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat melakukan aktivitas pada radius 5 kilometer (km) dari kawah Gunung Anak Krakatau (GAK). Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga Level III.

"Kita minta nelayan, wisatawan, pendaki dan masyarakat tidak boleh mendekati kawah puncak Gunung Anak Krakatau, karena hanya direkomendasikan radiusnya 5 kilometer," kata laporan yang disusun oleh petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Jumono, alam laman KSDM Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Pos Pasauran Gunung Api Krakatau Serang, Rabu (7/9/2022).

Baca Juga

Disebutkan aktivitas GAK yang berada di Perairan Selat Sunda, antara Provinsi Banten dan Lampung, Rabu (7/9) 2022 pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB ketinggian GAK 157 meter dari permukaan laut (mdpl) cuaca cerah, hujan, berawan 27-29 derajat Celcius dan 51-65 persen. Lalu, angin bertiup lemah dan sedang ke arah barat laut.

Secara visual gunung api tampak jelas dan tertutup kabut 0-III dan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dengan tinggi 25 - 50 meter di atas puncak kawah.Kegempaan microtremor/tremor menerus dengan amplitudo (amp) 1- 7 mm dan amp dominan 1 mm.

"Dengan demikian, hingga kini status GAK SiagaLevel III dan masyarakat, pendaki gunung, nelayan dan wisatawan tidak boleh mendekati pusat erupsi dengan radius 5 kilometer," kata Jumono.

Sementara itu, aktivitas nelayan di Perairan Selat Sunda bagian utara Provinsi Banten relatif normal dan tidak berpengaruh adanya kegempaan GAK. Para nelayan pesisir Banten sejak April 2022 ditetapkan Siaga Level III oleh PVMBG tidak berani mendekati kawah GAK.

"Kami mematuhi larangan itu dan hanya radius 5 kilometer," kata Alibuang (45), nelayan Teluk Labuan Pandeglang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement