Selasa 06 Sep 2022 09:15 WIB

Atap SPBU di Kota Bandung Roboh Akibat Angin Puting Beliung

Puing-puing atap bangunan yang roboh sempat terbawa angin ke jalan

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini
Angin puting beliung (ilustrasi) Atap bangunan salah satu SPBU di Jalan BKR, Kota Bandung roboh akibat terkena angin puting beliung pada Senin sore (6/9/2022).
Foto: Blogspot.com
Angin puting beliung (ilustrasi) Atap bangunan salah satu SPBU di Jalan BKR, Kota Bandung roboh akibat terkena angin puting beliung pada Senin sore (6/9/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Atap bangunan salah satu SPBU di Jalan BKR, Kota Bandung roboh akibat terkena angin puting beliung pada Senin sore (6/9/2022). Kondisi saat itu cuaca tengah mendung dan tidak lama berselang turun hujan.

Peristiwa tersebut direkam oleh salah satu warga dan menjadi viral di media sosial. Seperti dilihat di media sosial, puing-puing atap bangunan yang roboh sempat terbawa ke jalan sehingga membuat akses jalan terhambat.

Baca Juga

Kendaraan yang melintasi jalan tersebut harus memperlambat laju kecepatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Gun Gun Sumaryana mengatakan penanganan bencana angin puting beliung sudah ditangani oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3). Sebab, terdapat pohon yang tumbang.

"Angin puting beliung Pasirkoja berpengaruh ada pohon tumbang dan sudah diselesaikan oleh DPKP," ujarnya, Selasa (6/9/2022).

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan awal September memasuki akhir musim kemarau dan akhir September memasuki masa peralihan atau pancaroba. Masa peralihan akan berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang.

"Awal September ini masih ada akhir musim kemarau, mulai akhir September masa Pancaroba sampai pertengahan Oktober," ujar Prakirawan BMKG Bandung Yan Firdaus saat dikonfirmasi, Senin (5/9/2022).

Ia mengungkapkan beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki awal musim hujan di awal September. Namun, untuk wilayah Jawa Barat sendiri belum memasuki musim hujan.

Yan mengatakan selama musim kemarau basah peristiwa bencana alam masih dapat terjadu seperti puting beliung, banjir, longsor dan hujan es. Pada musim hujan berpotensi bencana akan semakin lebih besar.

"Masa peralihan potensi akan semakin meningkat (bencana) terjadi banjir, angin puting beliung, hujan es," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement