Kamis 18 Aug 2022 21:52 WIB

Load Factor BISKITA Trans Pakuan Bogor Capai 90 Persen

Layanan BISKITA sudah menjangkau Terminal Baranangsiang Bogor.

Transportasi massal Biskita Transpakuan di Halte GOR 2, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Transportasi massal Biskita Transpakuan di Halte GOR 2, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyampaikan bahwa tingkat muat (load factor) penumpang BISKITA Trans Pakuan Kota Bogor terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. "Hingga 24 Juli 2022, jumlah penumpang BISKITA mencapai 360.342 orang dengan load factor 90,80 persen," kata Direktur Angkutan BPTJ, Tatan Rustandi dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Tatan mengungkapkan, dari bulan ke bulan tren jumlah penumpang dan load factor terus naik, dalam hal ini adalah perbandingan antara kapasitas terisi dengan kapasitas tersedia untuk satu perjalanan yang dinyatakan dalam persen. Sebagai perbandingan, jumlah penumpang pada November 2021 mencapai 69.236 orang dengan load factor 57 persen.

Baca Juga

Sementara pada Juni 2022 penumpang bus tercatat sebanyak 448.595 orang dengan load factor 90,56 persen. Menurut dia, dengan angka mendekati 100 persen maka bisa dikatakan masyarakat kota Bogor sangat meminati layanan BISKITA Trans Pakuan.

Lebih lanjut Tatan mengatakan, perkembangan terakhir layanan BISKITA sudah menjangkau Terminal Baranangsiang yaitu untuk rute koridor Bubulak-Baranangsiang/Cidangiang dan Bubulak-Ciawi. Selain itu BISKITA yang menjangkau Stasiun Kereta Api Bogor (rute Cipangi-Stasiun Bogor) kembali aktif dengan perubahan rute yaitu melalui Jl M A Salmun tanpa melewati Bus Stop PGB.

Perubahan rute ini dilakukan setelah kelayakan teknisnya didiskusikan dengan Pemerintah Kota Bogor (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Pehubungan). Adapun perubahan trayek bus yang melewati stasiun ini tak hanya mengurai kemacetan di sekitar stasiun, namun warga Bogor tetap dapat berhenti atau naik BISKITA di halte yang cukup dekat dengan stasiun kereta api.

"Dengan terealisasinya trayek ke Terminal Baranangsiang maupun kembali aktifnya trayek ke Stasiun Bogor semakin menegaskan fungsi BISKITA Trans Pakuan sebagai angkutan massal yang teintegrasi dengan moda lain," ujarnya.

Pada sisi lain Tatan menyebutkan saat ini Pemerintah Daerah sudah semakin menyadari bahwa angkutan umum yang layak, aman dan mengutamakan keselamatan sudah jadi kebutuhan utama suatu wilayah. Oleh karena itu kesuksesan dan kelancaran penyelenggaraan layanan BISKITA Trans Pakuan tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Bogor.

Kondisi ini diharapkan juga menjadi faktor yang makin meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan BISKITA Trans Pakuan. "Komitmen kota Bogor luar biasa. Mereka memitigasi risiko sosial yang ada, selain itu juga mengkondisikan lalu-lintas pada jalur-jalur yang digunakan BISKITA Trans Pakuan agar mobilitas berjalan lancar," pungkasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement