Jumat 05 Aug 2022 05:23 WIB

Aksi Pelemparan Batu Terjadi Lagi di Jalan Tol Lampung

Di Tol Lampung terjadi pelemparan batu ke arah mobil.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil
Bus Damri yang melewati Jalan Tol Trans Sumatera jadi sasaran pelemparan batu di Provinsi Lampung.
Foto: Antara/Dedi
Bus Damri yang melewati Jalan Tol Trans Sumatera jadi sasaran pelemparan batu di Provinsi Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Aksi pelemparan batu oleh orang tak kenal (OTK) terjadi lagi terhadap kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Lampung. Sebuah bus penumpang DAMRI dilempar batu OTK di ruas JTTS KM 68-70, Rabu (3/8/2022) malam.

Bus DAMRI yang berangkat dari pool Stasiun Tanjungkarang Bandar Lampung tujuan Bandung pukul 20.30 WIB, masuk Gerbang Tol Kotabaru. Saat melintas di JTTS tujuan Bakauheni, persisnya di KM 68-70 Bus DAMRI BE 7839 CU dilempar batu oleh OTK di bagian kiri.

Baca Juga

Kaca bus pecah sebelah kiri, sopir bus mengalami luka-luka. Akibat aksi pelemparan batu ini, bus berpenumpang 23 orang tersebut terpaksa batal berangkat dengan bus tersebut, karena sopir bus harus ditangani medis, dan bus harus diperbaiki. Namun semua penumpang diberangkatkan dengan bus cadangan lainnya.

Aksi pelemparan batu ini, tidak saja dilakukan kepada bus penumpang, namun juga kendaraan lain yang melintas. “Sekarang sudah tidak aman lagi lewat jalan tol,” kata Khairil, salah seorang sopir bus DAMRI, Kamis (4/8/2022).

 

Menurut dia, kejadian pelemparan batu sudah sering dialami para sopir bus DAMRI baik yang ke Jawa maupun ke Palembang, Sumatra Selatan. Para sopir bus maupun mobil minibus, selalu meminta penumpang untuk menutup jendela dengan hordeng agar saat terjadi pelemparan batu tidak mengenai penumpang.

Ia mengatakan, aksi pelemparan batu sering terjadi saat malam hari terutama di wilayah yang gelap. OTK menyusup di semak-semak belukar seperti yang terjadi perbatasan Lampung – Sumsel, atau setelah jembatan pemisah provinsi tersebut.

Khairil juga pernah menjadi korban pelemparan batu di perbatasan Lampung – Sumsel persisnya di Desa Sungai Sodong. Saat itu, mobil minibusnya membawa tujuh penumpang dari Bandar Lampung tujuan Palembang.

“Kalau lewat di daerah rawan tersebut, kalau ada lemparan atau bunyi di mobil lebih baik kita tancap gas saja, jangan berhenti. Rawan kalau kita berhenti ditodong,” katanya. 

Manajemen Perum DAMRI Lampung meminta pengelola JTTS untuk meningkatkan keamanan pengguna jasa jalan tol, agar pengendara lebih aman saat melintas. General Manager DAMRI Lampung Fredrick Sakona berharap pengelola jalan tol memerhatikan keselamatan dan keamanan pengguna jalan tol berbayar tersebut.

Dia meminta pengelola jalan tol meningkatkan keamanan pengendara di jalan tola terhadap tempat-tempat yang rawan aksi pelemparan batu. Pengamanan di jalan tol untuk menjaga keselamatan pengedara yang melintas terutama pada malam hari. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement