Ahad 24 Jul 2022 22:50 WIB

PMI Kota Sukabumi Edukasi Siaga Bencana untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Dalam setiap kejadian bencana, anak masuk dalam kondisi rentan.

Anak berkebutuhan khusus (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Budi Candra Setya
Anak berkebutuhan khusus (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi memberikan edukasi sekaligus melakukan simulasi siaga bencana kepada anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kota Sukabumi di Kecamatan Baros. "Edukasi yang dibarengi dengan simulasi siaga bencana untuk anak berkebutuhan khusus ini guna memberikan perhatian khusus atas penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak," kata Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo di Sukabumi, Ahad (24/7/2022).

Menurut Suranto, kegiatan untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2022 ini juga untuk memberikan rasa aman dan selamat dari bencana kepada anak berkebutuhan khusus. Karena seperti diketahui dalam setiap kejadian bencana anak masuk dalam kondisi rentan.

Baca Juga

"Oleh karena itu, setiap anak harus diberikan pemahaman sejak dini tentang bagaimana bisa selamat dari bencana. Selain itu, edukasi ini juga sebagai upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana yang bertujuan untuk meminimalisasikan dampak bencana terhadap anak," katanya.

Pihaknya merasa penting menggelar kegiatan ini untuk anak berkebutuhan khusus yang tujuannya melatih bagaimana cara dan langkah penyelamatan dan evakuasi mandiri pada saat terjadi bencana di lingkungannya. "Edukasi dan simulasi yang diberikan para personel PMI tentunya disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Sehingga dengan mudah menyerap ilmu yang diberikan para relawan," katanya.

Suranto mengatakan Kota Sukabumi merupakan salah satu daerah rawan terjadi bencana gempa bumi. SLBN 1, berada di Kecamatan Baros berdampingan dengan potensi patahan Sesar Cimandiri. "Oleh karena itu, edukasi dan simulasi kali ini sedikit berbeda dari biasanya, karena peserta yang terlibat merupakan siswa yang berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendampingan dan metode tersendiri," katanya.

Meskipun di tengah keterbatasan, kata dia, PMI akan terus memberikan semangat untuk mereka. Agar bisa berperan aktif atau menjadi subjek dalam upaya mitigasi bencana.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement