Kamis 21 Jul 2022 17:36 WIB

Ketua DPRD: Ganjil-Genap Kota Bandung Masih Butuh Kajian

Ketua DPRD Tedy Rusmawan menilai ganjil genap di Kota Bandung masih butuh kajian.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di kepadatan lalu lintas di Cibiru, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/7/2022). Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk kembali menerapkan kebijakan ganjil genap di Kota Bandung seiring dengan kemacetan di Kota Bandung yang meningkat setelah pelonggaran kebijakan PPKM serta aktivitas anak-anak masuk dan pulang sekolah.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di kepadatan lalu lintas di Cibiru, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/7/2022). Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk kembali menerapkan kebijakan ganjil genap di Kota Bandung seiring dengan kemacetan di Kota Bandung yang meningkat setelah pelonggaran kebijakan PPKM serta aktivitas anak-anak masuk dan pulang sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Tedy Rusmawan mendorong pemberlakuan sisten ganjil genap di jalan-jalan Kota Bandung. Saran ini, ditujukan untuk mengurai kemacetan yang semakin meningkat di kota kembang.

“Saya mendorong Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk berani menerapkan ganjil genap. Apalagi sekarang kondisinya sudah normal kembali. Contohnya saat tanggal 18 Juli 2022, saat anak-anak masuk sekolah. Bila ini tidak diantisipasi, tentu kemacetan yang lebih parah akan ada di depan mata kita,” kata Teddy dalam keterangan yang dikutip Republika, Kamis (21/7/2022).

Baca Juga

Kepala Bidang Keselamatan dan Ketertiban Transportasi Dishub Kota Bandung Asep Kuswara mengatakan, penerapan ganjil genap di jalan-jalan Kota Bandung masih memerlukan kajian mendalam melalui rapat koordinasi seluruh stakeholder dan jajaran terkait.

Dia menegaskan, penerapan ganjil genap memerlukan persiapan yang matang, mulai dari penentuan lokasi, pembagian tugas, hingga hal teknis lainnya.

 

“Perlu rapat koordinasi, titik mana saja yang diperlukan, jadi ganjil genap Bandung itu di daerah mana supaya efektif dan tidak hanya sehari dua hari saja, biar berlangsung seperti yang dilaksanakan di Jakarta,” kata Asep.

Dishub, kata dia, sejatinya telah menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di ruas-ruas jalan Kota Bandung. Namun dia mengaku tidak dapat memperbanyak lokasi penerapan rekayasa satu arah, mengingat kondisi jalan-jalan Kota Bandung yang terbatas.

“Karena untuk merekayasa itu kita sudah ada, misalnya dari Setiabudi sampai Sukajadi, itu satu arah. Untuk jalan yang lain kami tidak bisa merekayasa satu arah karena memang kita tahu sendiri jalan-jalan di kota bandung seperti apa,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement