Senin 11 Jul 2022 17:13 WIB

Survei Indikator: 67,5 Persen Responden Puas dengan Kinerja Jokowi

Salah satu alasan responden puas karena Jokowi memberi bantuan kepada rakyat kecil.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita
Ilustrasi. Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei, yakni sebanyak 67,5 persen responden merasa cukup/sangat puas dengan kinerja presiden.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Ilustrasi. Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei, yakni sebanyak 67,5 persen responden merasa cukup/sangat puas dengan kinerja presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru bertajuk 'Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemerintah dalam Bidang Ekonomi, Politik, Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi'. Hasilnya, sebanyak 67,5 persen responden merasa cukup/sangat puas dengan kinerja presiden. 

"Kalau kita lihat hari ini 9,7 persen sangat puas, 57,8 persen cukup puas. Yang kurang puas mencapai 25,8 persen yang tidak puas sama sekali 4,4 persen. Jadi total mereka yang puas atau sangat puas 67,5 persen," kata Direktur Eksekutif Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya secara daring, Senin (11/7/2022). 

Baca Juga

Survei menunjukan bahwa sebanyak 38,1 persen responden yang mengatakan puas beralasan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi bantuan kepada rakyat kecil. Sedangkan 20 persen responden mengatakan sangat atau cukup puas lantaran Presiden Jokowi membangun infrastruktur jalan, dan jembatan. Sebanyak 9,8 persen mengatakan kinerjanya sudah bagus. 

Sebanyak 44,1 persen responden yang mengatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali beralasan karena harga-harga kebutuhan pokok yang meningkat. Lalu, 15,4 persen responden beralasan bantuan tidak merata, dan 6,7 persen lainnya mengatakan lapangan kerja/pengangguran jadi alasan kurang puas atau tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi. 

 

"Jadi kalau ada BLT tetapi BLT tidak disampaikan ada banyak kebocoran ada banyak yang tidak berhak tapi dapat bantuan itu jadi sumber ketidakpuasan juga jadi hati-hati pemerintah," terangnya.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel basis survei sebanyak 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. 

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement