Jumat 08 Jul 2022 16:04 WIB

Dinkes: 600 Ribu Lebih Warga Kalsel Sudah Disuntik Vaksin Booster

Laju vaksinasi harian di provinsi ini rata-rata sekitar 4.120 orang.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga, (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaporkan 600 ribu lebih warga di provinsi setempat sudah mengikuti suntik dosis ketiga vaksinasi Covid-19 atau booster.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Dr Diauddin di Banjarmasin, Jumat menyampaikan gerakan vaksinasi booster terus dilakukan dengan kolaborasi dinas kesehatan kabupaten/kota dan pihak kepolisian. "Ini terus bergerak naik capaian vaksinasi booster di provinsi kita, memang hampir 20 persen tercapai dari total target sasaran sekitar 3 juta," ujarnya.

Baca Juga

Menurut dia, kendala pencapaian maksimal vaksinasi booster ini hampir dialami semua provinsi di Indonesia, meskipun capaian target vaksinasi dosis 1 dan 2 sudah sangat tinggi. Diungkapkan Diauddin, hingga Kamis ini, capaian vaksinasi dosis 1 sudah sebesar 95 persen atau sebanyak 2,9 juta orang. Sedangkan capaian dosis 2 sebesar 75 persen atau sebanyak 2,3 juta orang.

Menurut Diauddin, untuk sementara ini difokuskan pelaksanaan vaksinasi hingga razia di jalanan adalah vaksinasi dosis ketiga atau booster. Dikatakannya, laju vaksinasi harian di provinsi ini atau di 13 kabupaten/kota rata-rata sekitar 4.120 orang.

Dia pun menyampaikan, untuk ketersediaan vaksin mencukupi, sehingga dia mengimbau masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, khususnya yang belum booster. "Mari kita terus perluas kekebalan kelompok untuk menghadapi pandemi ini, sebab kasus terbaru penularan masih terjadi," ujarnya.

Apalagi, kata dia, 13 kabupaten/kota di Kalsel masih ditetapkan berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dari Juli hingga 1 Agustus 2022. "Jangan kendor disiplin protokol kesehatan, tetap pakai masker, jaga jarak, karena kita belum aman dari serangan Covid-19," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement