Senin 27 Jun 2022 04:50 WIB

Lima Transformasi Dorong Industri Farmasi

Transformasi farmasi bisa dilakukan dengan mendorong kepemimpinan IAI yang inklusif

Rep: Novita Intan / Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Anggota DPR sekaligus Ketua Iluni Farmasi UI, apt Chairul Anwar. Sebagai pemangku kepentingan di dunia farmasi utamanya apoteker nasional, Ikatan Alumni Farmasi Universitas Indonesia (Iluni Farmasi UI) memandang penting adanya transformasi besar di dalam organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam rangka mencapai tujuan nasional Indonesia Emas 2045.
Foto: istimewa
Anggota DPR sekaligus Ketua Iluni Farmasi UI, apt Chairul Anwar. Sebagai pemangku kepentingan di dunia farmasi utamanya apoteker nasional, Ikatan Alumni Farmasi Universitas Indonesia (Iluni Farmasi UI) memandang penting adanya transformasi besar di dalam organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam rangka mencapai tujuan nasional Indonesia Emas 2045.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai pemangku kepentingan di dunia farmasi utamanya apoteker nasional, Ikatan Alumni Farmasi Universitas Indonesia (Iluni Farmasi UI) memandang penting adanya transformasi besar di dalam organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam rangka mencapai tujuan nasional Indonesia Emas 2045.

"Bertepatan dengan keberlanjutan estafet kepemimpinan di Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Iluni Farmasi UI pun mendorong Ketua Umum IAI Periode 2022-2026 untuk melakukan lima transformasi," ujar anggota DPR sekaligus Ketua Iluni Farmasi UI, apt Chairul Anwar dalam keterangan tulis, Senin (27/6/2022).

Chairul Anwar menjelaskan lima transformasi besar tersebut. Pertama, mendorong kepemimpinan IAI yang inklusif, kolaboratif, dan merangkul semua elemen apoteker Indonesia sehingga tidak ada ruang pembentukan organisasi sejenis.

Kedua, mendorong IAI serius merancang dan melakukan advokasi rancangan undang-undang (RUU) praktik apoteker menjadi prioritas bersama.

 

"Hal ini guna mewujudkan kepastian hukum dalam melakukan praktek apoteker serta pengembangan profesi untuk memberikan dampak terhadap kenyamanan pelayanan masyarakat," jelasnya.

Ketiga, mendorong IAI melakukan inovasi platform digital dalam layanan keanggotaan, peningkatan kapasitas setiap insan Apoteker, dan inovasi praktik kefarmasian yang berorientasi pada anggota.

"Kami juga mendorong agar ketua umum terpilih tidak membebani anggota di luar kewajaran sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya," ucapnya.

Keempat, mendorong IAI berkolaborasi dengan organisasi terkait dalam peningkatan kualitas profesi apoteker melalui pendidikan yang adaptif dan inovatif di era digital. "Sehingga, organisasi apoteker ini dapat menghadapi tantangan persaingan global," ucapnya.

Kelima, mendorong kepemimpinan yang berintegritas, berdedikasi, dan melakukan prinsip good organization governance termasuk tata kelola keuangan transparan dan SDM inklusif pada organisasi terhadap kemajuan apoteker Indonesia.

Adapun pelaksanaan pemilihan ketua umum (Ketum) IAI Periode 2022-2026 akan berlangsung pada kongres ke-XXI 28-30 Juni 2022 di Lampung. Terpilihnya ketum periode 2022-2026 juga diharapkan akan menjadi momentum konsolidasi kekuatan bagi keluarga besar organisasi apoteker ini.

"Iluni Farmasi UI berkomitmen mendukung, mengawal, dan siap melakukan peran strategis dalam membangun profesi Apoteker yang inklusif, mandiri, dan inovatif sehingga terwujudnya apoteker profesional yang mampu meningkatkan kualitas hidup sehat bagi masyarakat," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement