Rabu 22 Jun 2022 04:20 WIB

Mamuju Bertekad Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pemkab Mamuju akan melakukan intervensi terhadap tiga komoditas unggulan.

Sejumlah buruh tani memanen padi menggunakan sabit di areal persawahan desa Toabo, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (30/9/2021). Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat bertekad mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dengan melakukan intervensi terhadap tiga komoditas unggulan yakni beras, jagung, dan sapi potong.
Foto: Antara/Akbar Tado
Sejumlah buruh tani memanen padi menggunakan sabit di areal persawahan desa Toabo, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (30/9/2021). Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat bertekad mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dengan melakukan intervensi terhadap tiga komoditas unggulan yakni beras, jagung, dan sapi potong.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat bertekad mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dengan melakukan intervensi terhadap tiga komoditas unggulan yakni beras, jagung, dan sapi potong.

"Di Mamuju ini ada tiga komoditas unggulan kita untuk kemandirian pangan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju Sofyan Yusuf, dihubungi Selasa (21/6/2022).

Baca Juga

Menurut dia, padi merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda sehingga ketersediaannya harus surplus. "Kita harus swasembada berkelanjutan. Jangan swasembada hari ini besok tidak sehingga kami menjaga itu dengan melakukan intervensi produksi produktivitas, baik malalui eksentifikasi maupun intensifikasi," ujar Sofyan Yusuf.

Ia optimistis, swasembada berkelanjutan itu dapat diwujudkan mengingat iklim di Kabupaten Mamuju pada pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman padi sangat mendukung. "Kami optimistis lahan sawah yang ada saat ini sekitar 14 ribu hektare, bisa diintensifkan bagaimana peningkatanproduktivitasnya," tutur Sofyan Yusuf.

Intervensi juga dilakukan dengan memberikan bantuan pupuk dan benih termasuk bantuan penangkaran benih sekitar 45 hektare di tiga kecamatan, yakni Kalukku, Papalang dan Kecamatan Sampaga. "Kita bisa menghasilkan produksi benih unggul dan ini nanti hasilnya akan ditanam oleh petani, karena benih ini 80 persen keberhasilan peningkatan produktivitas itu asalnya dari benih," terangnya.

Kabupaten Mamuju dalam mendukung ketahanan pangan berupa jagung. Komoditas jagung sangat potensial dikembangkan di Kabupaten Mamuju, karenabudi dayanya tidak tidak terlalu sulit dan harga jualnya cukup baik untuk pakan ternak, yakni di atas Rp 4.000 per kilogram. "Komoditas jagung dapat menopang ketahanan pangan kita. Potensi pasarnya juga bagus sehingga cepat berkembang. Kemudian, teknik budi dayanya tidak terlalu sulit, tidak sama dengan kedelai," kata Sofyan Yusuf.

Sedangkan untuk swasembada komoditas sapi potong, akan diupayakan dengan pengadaan bibit dengan kawin suntik atau inseminasi buatan. "Pengembangan sapi potong, kami intervensi pada pengadaan benih, bantuan bibit berkala maupun juga pengembangan bibit ini dengan kawin suntik atau inseminasi buatan," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement