Kamis 09 Jun 2022 19:42 WIB

Stres Diminta Biaya Nikah Rp 40 Juta, Pemuda Coba Akhiri Hidup

Permintaan biaya nikah membuat pemuda 19 tahun tersebut tertekan.

Rep: Ali Mansur/ Red: Indira Rezkisari
Seorang pemuda mencoba mengakhiri hidupnya karena stres diminta biaya pernikahan.
Foto: Wikipedia
Seorang pemuda mencoba mengakhiri hidupnya karena stres diminta biaya pernikahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pemuda berinisial YW (19 tahun) di Sawah Besar, Jakarta Pusat, merasa stres dan mencoba mengakhiri hidupnya dengan menyayat tangannya menggunakan silet. YW stres dan depresi usai dimintai biaya pernikahan sebesar Rp 40 juta oleh keluarga kekasihnya berinsial EM (18).

"Korban ingin menikahi EM, 18, (kekasihnya), kemudian pihak keluarga EM meminta biaya pernikahan sebesar Rp 40 juta," ujar Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, AKP Wildan saat dikonfirmasi, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga

Berdasarkan keterangan dari saksi, YW sempat mengeluh dan bingung ketika EM mengaku hamil dan minta pertanggungjawaban kepada yang bersangkutan. Namun kata Wildan, masih dari keterangan saksi, pada saat dilakukan pengecekan atau tes kehamilan, ternyata EM tidak sedang berbadan dua.

Meski kekasihnya terbukti tidak hamil, menurut Wildan, YW tetap ingin menikahi EM. Hanya saja, pihak keluarga EM meminta biaya pernikahan sebesar Rp 40 juta. Akibat permintaan biaya nikah sebesar itu, YW merasa tertekan, dan berencana untuk mengakhiri hidupnya.

"Akibat permintaan itu korban merasa tertekan hingga depresi, dan berpikir untuk bunuh diri dengan cara menyayat pergelangan tangan kirinya menggunakan pisau silet," ungkap Wildan

Akibat percobaan bunuh diri itu, pemuda berinisial YW itu mengalami luka cukup serius, kemudian dilarikan ke RS Husada untuk mendapatkan perawatan. Langkah selanjutnya, kata Wildan, pihaknya akan memanggil kekasih YW untuk diperiksa dan dimintai keterangan terkait insiden tragis tersebut.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement