Selasa 31 May 2022 06:00 WIB

Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Wilayah Pesisir Lampung

Peringatan banjir rob di Lampung berlaku sejak 31 Mei sampai 3 Juni 2022

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Nur Aini
Sejumlah anak melintas di jembatan yang digenangi air saat banjir rob, ilustrasi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksi terjadi potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Lampung pada Senin (30/5/2022).
Foto: Antara/Ardiansyah
Sejumlah anak melintas di jembatan yang digenangi air saat banjir rob, ilustrasi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksi terjadi potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Lampung pada Senin (30/5/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksi terjadi potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Lampung pada Senin (30/5/2022). Potensi hujan lebat terjadi pada pagi, siang, sore, malam dan dini hari, yang dapat menimbulkan banjir rob.

“Waspada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Lamteng, Lamtim, Tuba, Tubabar, Lamsel, Metro pada pagi hari, serta di wilayah Tanggamus, Lambar, Pesibar, Pesawaran, Pringsewu, Balam, Lamsel, Lamtim, Metro, Lamteng, Lampura, dan Way Kanan pada siang dan malam hari,” demikian peringatan dini BMKG Lampung, Senin (30/5/2022).

Baca Juga

Prakirawan BMKG Lampung menyatakan, suhu udara 23,0 derajat celcius sampai 32,0 derajat celcius, untuk wilayah Barat Lampung berkisar antara 15,0 derajat celcius sampai 30,0 derajat celcius. Sedangkan kelembaban udara berkisar 58 sampai 98 persen, sementara kecepatan angin Barat – Timur Laut 03 sampai 20 knots (5 - 38 Km/jam).

Sedangkan, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung merilis peringatan dini banjir rob di Pesisir Lampung. Peringatan itu berlaku sejak 31 Mei sampai 3 Juni 2022 dengan pasang maksimum dapat mencapai 1,6 meter. Diperkirakan, banjir rob terjadi pukul 08.00-09.00 WIB.

Sepanjang Senin (30/5), wilayah Kota Bandar Lampung diliputi kabut awan dan hujan. Kondisi cuaca dingin terjadi sejak dini hari sampai petang hari. “Hari ini dari Subuh sampai sore hari kondisinya hujan dan cuaca dingin, banyak kabut,” kata Shafira (23 tahun), warga Bandar Lampung.

Menurut dia, kondisi berkabut disertai hujan merata di wilayah Kota Bandar Lampung baru terjadi. Selain itu, suhu udara terjadi perbedaan pada hari-hari sebelumnya yang lebih panas menjadi dingin dan sejuk.

Warga yang bermukim di pesisir Teluk Lampung merasakan ada kenaikan debit air laut pada hari Senin. Kondisi air laut naik hingga ke daratan selalu terjadi setiap pergantian bulan. Bahkan, beberapa waktu lalu, air laut naik terjadi banjir rob dan menggenangi rumah warga di pesisir.

“Kami sudah biasa kalau terjadi air laut pasang setiap pergantian bulan. Tapi, kalau banjir rob jarang terjadi. Pernah terjadi beberapa waktu lalu naik sampai menggenangi dalam rumah,” kata Heri, warga TPI Gudang Lelang.

Menurut dia, banjir rob selalu terjadi di kawasan pesisir Teluk Lampung. Namun, banjir rob perlu diwaspadai bila berlangsung lama dan menggenangi dalam rumah warga akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement