Rabu 18 May 2022 12:16 WIB

Cuaca Ekstrem Kembali Memakan Korban, Warga Lebak Tewas Tersambar Petir

Polres Lebak menyebut korban meninggal tersambar petir saat menuju persawahan

Rep: Eva Rianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petir menggelegar di atas area persawahan (ilustrasi).  Cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir kembali memakan korban jiwa. Seorang petani berinisial RBI (52 tahun), warga Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten ditemukan tewas akibat tersambar petir.
Foto: Dok Lapan
Petir menggelegar di atas area persawahan (ilustrasi). Cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir kembali memakan korban jiwa. Seorang petani berinisial RBI (52 tahun), warga Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten ditemukan tewas akibat tersambar petir.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir kembali memakan korban jiwa. Seorang petani berinisial RBI (52 tahun), warga Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten ditemukan tewas akibat tersambar petir.

Polisi menyebut, RBI ditemukan tak bernyawa di area perkebunan Blok Cileutak, Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Jasad RBI ditemukan pada Senin (16/5/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Polres Lebak telah menerima laporan dari warga tentang temuan mayat warga Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak yang meninggal dunia akibat disambar petir,” kata Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan dalam keterangannya, Selasa (16/5/2022).

Wiwin menjelaskan, kronologi peristiwa tersebut bermula pada Ahad (15/5) saat korban berangkat dari rumahnya seorang diri menuju area persawahan untuk mengolah sampah. Karena korban tidak pulang ke rumahnya hingga petang hari, pihak keluarga melaporkan kepada pihak Desa Neglasari. Kemudian pencarian terhadap korban dilakukan, namun hingga dini hari korban belum jua terdeteksi keberadaannya.

 

“Pencarian diteruskan pada Senin (16/5) pukul 09.00 WIB salah seorang warga menemukan korban sudah dalam keadaan tergeletak tidak bernyawa atau meninggal dunia di area perkebunan Blok Cileutak, Desa Neglasari,” tuturnya.  

Lantas korban dievakuasi menuju kediamannya. Tim medis dari Puskesmas Cibeber melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya luka bakar pada tubuh korban akibat sambaran petir.

“Atas kejadian tersebut Polsek Cibeber telah memeriksa sejumlah saksi dan keterangan dari tim medis dengan kesimpulan korban meninggal akibat sambaran petir yang mengakibatkan luka bakar,” terangnya.

Wiwin mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat terjadi hujan disertai petir. Masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem. “Kami mengimbau masyarakat harus waspada hujan disertai petir karena bisa menimbulkan korban jiwa,” tutupnya.

Sebelumnya, kabar warga tewas tersambar petir juga terjadi di Kampung Ketos RT/ RW 01/09, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Korbannya yakni TS (33), seorang warga yang berprofesi jualan mi ayam. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Reskrim Polsek Pasar Kemis, ketika terjadi sambaran petir, korban sedang berjualan mi ayam dan ada tanda-tanda bekas luka yang diakibatkan karena sambaran petir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat tidak mengoperasikan berbagai barang elektronik yang memanfaatkan pemancar, seperti radio, televisi, dan telepon dengan kabel. Ketika di dalam rumah dan kondisi di luar petir bergemuruh, disarankan menggunakan telepon seluler karena masih relatif aman. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement