Selasa 12 Apr 2022 09:04 WIB

Soal Pengeroyokan Ade Armando, Ini Pendapat Iluni UI

Polda Metro menegaskan pengeroyok Ade Armando bukan mahasiswa BEM SI.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Agus raharjo
Tangkapan layar video saat Ade Armando berada dalam aksi demo BEM SI di Gedung DPR, Jakarta.
Foto: istimewa
Tangkapan layar video saat Ade Armando berada dalam aksi demo BEM SI di Gedung DPR, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Andre Rahadian, mengecam segala bentuk tindak kekerasan dalam demonstrasi mahasiswa pada Senin (11/4/2022). Dia juga menyesalkan terjadinya pengeroyokan terhadap dosen sekaligus alumni UI, Ade Armando.

Iluni UI meminta pihak berwajib mengusut tuntas para pelakunya. "ILUNI UI mengecam segala bentuk kekerasan di kegiatan aksi yang digerakkan mahasiswa pada 11 April serta menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa salah seorang dosen yang juga alumni UI Ade Armando,” kata Andre melalui keterangan tertulis, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga

Andre mengatakan, semestinya kebebasan berekspresi dilakukan dengan cara yang baik serta tidak boleh menghalalkan tindak kekerasan dan pengeroyokan kepada pihak manapun. Apalagi, kata dia, tujuan Ade Armando adalah untuk menyuarakan dukungannya terhadap perjuangan mahasiswa dengan cara yang damai.

"Kedatangan beliau adalah bentuk ekspresi berpendapat yang seharusnya dilindungi undang-undang, apalagi dengan cara yang damai," kata Andre.

 

Lebih jauh Andre mengatakan, karena tindak kekerasan seperti pengeroyokan dan potensi kekerasan lainnya yang mungkin terjadi, semakin hari menunjukkan masyarakat Indonesia mudah terpolarisasi. Hal tersebut seiring keprihatinan masyarakat atas situasi pandemi, gejolak sosial dan harga-harga yang naik, serta tensi politik yang meningkat menuju 2024.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah kohesi kebangsaaan, sehingga anak bangsa tidak mudah terpecah belah karena polarisasi yang semakin menajam," kata Andre.

Gerakan Kohesi Kebangsaan merupakan gerakan yang diinisiasi Iluni UI telah bergulir sejak 28 Oktober 2021. Gerakan ini bertujuan untuk meredam ancaman polarisasi, bahkan potensi disintegrasi yang semakin menajam, termasuk beredarnya ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks di tengah situasi pandemi.

Andre juga berharap agar ruang demokrasi dapat senantiasa dilindungi dari tindakan-tindakan dan ancaman-ancaman yang akan menodai demokrasi. “Iluni UI berkomitmen untuk menjaga ruang-ruang demokrasi, salah satunya melalui gerakan Kohesi Kebangsaan yang akan melibatkan banyak elemen masyarakat dan menghindari polarisasi politik di masyarakat yang harus bahu membahu menangani pandemi dan dampaknya," jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengungkapkan, kepolisian sudah mengidentifikasi adanya massa nonmahasiswa yang melakukan pengeroyokan terhadap dosen UI, Ade Armando. Adapun kondisi pegiat media sosial itu disebutnya dalam keadaan memprihatinkan.

Baca juga : Ade Armando Dikeroyok, Ini Kata FISIP UI

"Kondisi Ade Armando memprihatinkan, beliau terluka di bagian kepala. Sekarang, tim Polda sudah membawa beliau ke rumah sakit dan sudah mendapat pertolongan," ujar Fadil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/4/2022).

Polda Metro Jaya juga sudah mengidentifikasi pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando. Fadil memastikan, pengeroyok bukan merupakan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). "Kita akan dialami orangnya, akan kita kejar. Karena dia yang memprovokasi melakukan penyerangan kepada Ade," ujar Fadil.

Baca juga : Soal Ade Armando, Yusuf Mansur: Mari Bertaubat Termasuk Saya

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement