Senin 04 Apr 2022 12:02 WIB

Gubernur Khofifah Berpesan ke ASN Tetap Produktif Saat Berpuasa

ASN di lingkungan Pemprov Jatim dibagi ada yang masuk lima hari dan enam hari kerja.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Foto: Dokumen.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tetap produktif saat  menjalankan ibadah puasa. "Dan jaga stamina pelayanan publik saat Ramadhan serta pengurangan jam kerja," ujarnya saat memimpin apel pagi di halaman kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan, Kota Surabaya, Senin (4/4/2022).

Pemprov Jatim, kata dia, pada Ramadhan 1443 Hijriah menerapkan pengurangan jam kerja dibandingkan hari biasanya. Hal itu setelah Gubernur Khofifah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 800/2322/204.3/2022 tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadhan 1443 H bagi ASN di lingkungan Pemprov Jatim. Selama Ramadhan, jam kerja ASN di seluruh biro/badan/dinas terbagi dalam dua aturan, yakni pemberlakuan lima hari kerja dan enam hari kerja.

Untuk instansi biro/badan/dinas yang memberlakukan lima hari kerja, jam kerja selama Ramadan dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB pada Senin hingga Kamis dengan waktu istirahat diberikan pada pukul 12.00 WIB sampai 12.30 WIB. Sementara untuk Jumat, jam kerja pada pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB, dengan jam istirahat pada pukul 11.30 WIB hingga 12.30 WIB.

Sedangkan, bagi instansi yang menerapkan enam hari kerja, dimulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB pada Senin sampai Kamis dan Sabtu. Berikutnya, waktu istirahat pukul 12.00 WIB hingga 12.30 WIB. Untuk Jumat, jam kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 11.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB.

Khofifah optimistis, ASN tidak akan terganggu, bahkan menurun produktivitas kinerja, meski sedang menjalani ibadah puasa. "Sebaliknya justru akan meningkat karena bekerja juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala besar," ucapnya.

Khofifah juga berpendapat, momentum Ramadhan harus dijadikan refleksi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Bulan Ramadhan tidak melunturkan semangat bekerja para ASN dalam melayani masyarakat. Saya yakin para ASN dapat memanfaatkan waktu dengan baik serta tahu kapan harus melaksanakan tugas dan melaksanakan ibadah," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement