Selasa 22 Mar 2022 15:57 WIB

REI Jabar Diminta Bangun Hunian untuk Masyarakat Bandung Berpenghasilan Rendah

Ketua DPD REI Jawa Barat, akan mensurvei sejumlah wilayah di Jawa Barat hunian MBR

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat untuk bersama-sama membangun kawasan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Foto: istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat untuk bersama-sama membangun kawasan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat untuk bersama-sama membangun kawasan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

"Kita (Pemkot Bandung) berharap REI membantu pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Yana pada Pelantikan Komisariat REI Jabar, di Trans Luxury Hotel, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga

Yana mengatakan, lahan di Kota Bandung milik Pemkot Bandung cukup banyak. Seperti Rancacili, Cingised hingga Rusun Peralatan Daerah Militer (Paldam). "Kota Bandung disiapkan untuk rusun (rumah susun). Sebetulnya lahan di Bandung milik kita (Pemkot Bandung) ada Rancacili, Cingised, dan Paldam juga bisa dibangun. Sehingga ada subsidi dari Pemkot maupun pengusaha membantu juga untuk MBR," paparnya. 

Menanggapi hal itu, Ketua DPD REI Jawa Barat, Joko Suranto mengatakan, akan mensurvei sejumlah wilayah di Jawa Barat untuk hunian bagi MBR. "Kita melakukan pilot project untuk menyurvei detail juga hitungan kebutuhan rumah di Jabar," katanya. 

Menurut Joko, pembangunan rumah di Jawa Barat mencapai 40.000 unit per tahun. Jumlah tersebut merupakan 35-40 persen dari suplai nasional."Karena penduduk Jabar tinggi dan manufakturnya juga banyak sehingga membutuhkan tempat tinggal," katanya.

Joko mengatakan, saat membangun sebuah kawasan industri memang sudah seharusnya dibangun perumahan untuk pekerjanya. Agar, bisa lebih efektif dan efisien bagi pekerja tersebut."Kan kalau tempat tinggal pekerjanya dekat dengan tempat kerja mereka maka akan lebih hemat," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement