Selasa 22 Mar 2022 11:49 WIB

Jokowi Klaim Pandemi Covid-19 Berhasil Ditangani

Jokowi juga mengeklaim ekonomi naik karena tidak pernah lockdown

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah telah berhasil menangani pandemi Covid-19
Foto: EPA-EFE/AGUS SUPARTO/INDONESIAN PRESIDENTIAL
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah telah berhasil menangani pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah telah berhasil menangani pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun ini. Menurutnya, penyebaran kasus Covid-19 saat ini juga telah bisa dikendalikan.

“Kita termasuk negara yang berhasil dalam menangani pandemi,” kata Jokowi saat memberikan keynote speech di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022 dari Istana Bogor, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga

Selain itu, perekonomian sepanjang 2020-2021 juga dinilai terus bergerak. Menurutnya, hal itu disebabkan karena pemerintah tak pernah menerapkan kebijakan lockdown dalam mengatasi pandemi Covid-19 sehingga mempermudah akselerasi perekonomian pada 2022.

Namun demikian, di tahun ini, Indonesia akan menghadapi banyak tantangan dan ketidakpastian global yang semakin meningkat. Meskipun telah berhasil ditangani, namun pandemi masih belum juga selesai dan perekonomian dunia juga belum pulih total.

Bahkan, terjadi berbagai masalah seperti kelangkaan energi, kelangkaan pangan, kelangkaan kontainer, serta inflasi yang tinggi di banyak negara di dunia. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya perang yang justru memperdalam krisis perekonomian dunia dan juga meningkatkan ketegangan politik dunia.

“Harga minyak naik, gas naik, bahan baku pupuk naik, dan harga gandum juga naik, inflasi tentu saja juga semakin meningkat. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia,” ujar Jokowi.

Ia mengatakan, berbagai tantangan yang muncul tersebut harus dihadapi dengan hati-hati. Menurut dia, diperlukan kerja sama dan juga kolaborasi antara pemerintah serta pelaku usaha. Selain itu, juga dibutuhkan kebijakan yang cepat dan tepat serta implementasi yang efektif.

“Yang jelas, masyarakat tidak boleh menjadi korban dari ketidakpastian global ini,” kata dia.

Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan investasi untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement