Kamis 10 Mar 2022 21:48 WIB

Banjir Rendam Aceh Utara, 2.242 Jiwa Terdampak

Korban banjir Aceh Utara terpaksa mengungsi.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nora Azizah
Bencana banjir melanda dua kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (10/3).
Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Bencana banjir melanda dua kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (10/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bencana banjir melanda dua kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (10/3), sekitar pukul 07.00 WIB. Banjir terjadi setelah hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah hingga menyebabkan air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap. 

"Banjir merendam ruas-ruas jalan hingga mengalir ke pemukiman penduduk di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS)," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara mencatat dua kecamatan terdampak yakni Kecamatan Matangkuli dan Tanah Luas. Pada Kecamatan Matangkuli terdapat 9 gampong yang terdampak antara lain Gampong Alue Euntok, Tumpok Barat, Hagu, Leubok Pirak, Pante Pirak, Tanjung Haji Muda, Lawang, Meuria dan Panti Mangkuli. Sementara terdapat dua gampong di Kecamatan Tanah Luas yang juga terdampak banjir yakni Gampong Serba Jaman Baroh dan Tanjung Mesjid. 

Menurut pantauan tim reaksi cepat BPBD Aceh Utara, dia melanjutkan, sedikitnya terdapat 631 unit rumah warga yang terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 10 hingga 50 sentimeter (cm). Ia menambahkan, diperkirakan air masih dapat naik karena di sebagian lokasi masih turun hujan.

Selain rumah warga, air juga menggenangi satu unit Sekolah Dasar dan ruas-ruas jalan di dua kecamatan terdampak. Lebih lanjut ia mengatakan, terdapat 631 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.242 jiwa terdampak banjir, namun belum ada informasi warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Petugas masih melakukan pemantauan di lokasi banjir dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat.

"Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Simeulue, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Singkil, Aceh utara, dan sekitarnya pada Kamis (10/3) hingga Sabtu (12/3/2022)," ujarnya.

Diharapkan bagi warga yang tinggal disekitar aliran sungai lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terlebih pada kondisi hujan. Warga dapat melakukan pengecekan secala berkala terhadap kenaikan debit air ketika hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi. Selain itu, dia melanjutkan, penting dilakukan pembersihan terhadap material yang menghambat aliran air secara berkala.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement