Senin 03 Jan 2022 15:28 WIB

Menkes: Vaksinasi di 7 Provinsi Belum Capai 70 Persen

Tujuh provinsi, yakni Kalbar, Sumbar, Aceh, Sulbar, Maluku, Papua Barat, Papua.

Rep: Dessy Suciati Saputri, Dian Fath Risalah/ Red: Ratna Puspita
Menkeu Sri Mulyani (tengah) berbincang dengan Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) dan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri rapat terbatas terkait evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/1/2022).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Menkeu Sri Mulyani (tengah) berbincang dengan Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) dan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri rapat terbatas terkait evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/1/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, sebanyak tujuh provinsi masih belum bisa mencapai target vaksinasi 70 persen untuk dosis pertama. Karena itu, ia meminta agar ketujuh provinsi tersebut terus mengejar capaian target vaksinasinya.

Ketujuh provinsi tersebut, yakni Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua. “Alhamdulillah sekarang Bapak Presiden menargetkan 70 persen provinsi sudah selesai vaksinasi dosis pertama. Sekarang tinggal tujuh lagi yang belum. Jadi, bertambah enam kemarin di akhir tahun,” ujar Menkes Budi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/1).

Baca Juga

Sementara terkait stok vaksin, Menkes menyebut saat ini pemerintah telah mendapatkan 390 juta vaksin Covid-19. Sebanyak 281 juta di antaranya pun telah disuntikkan. 

“Jadi, masih cukup banyak stok yang ada kita pegang dan ini membutuhkan bantuan rekan-rekan untuk mempercepat vaksinasi,” ujar dia.

 

Saat membuka perdagangan BEI 2022, Presiden Jokowi menyampaikan, vaksinasi dosis pertama di Indonesia per hari ini telah mencapai sebanyak 79,6 persen dan dosis kedua mencapai 54,8 persen. Ia menyebut, sebanyak 27 provinsi pun telah mencapai target dosis pertama di atas 70 persen.

“Untuk ibu kota-ibu kota provinsi, kota-kota besar yang interaksi masyarakatnya tinggi juga sudah di atas 70 persen. Dan 27 provinsi telah mencapai target dosis pertama di atas 70 persen,” ujar Jokowi.

Capaian vaksinasi di Indonesia dicapai berkat usaha optimal dan gotong royong dengan semua pihak tertutama TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta yang turut membantu. Capaian vaksinasi tidak lepas dari modal sosial masyarakat Indonesia yang tinggi dengan bahu-membahu berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan vaksinasi. 

Pemerintah juga terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral demi mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi sesuai dengan stok vaksin yang ada. Saat ini, Kemenkes telah menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai di pertengahan 2022. 

Baca juga:

Kemenkes juga terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi. Selain membuka vaksinasi massal, Kemenkes juga telah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, unit pelaksana teknis di bawah Kemenkes, seperti kantor kesehatan pelabuhan (KKP), RS vertikal, poltekkes, di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP.

Indonesia termasuk negara dengan kategori Level 1 yang merupakan kategori rendah. Pelaku perjalanan yang ingin berkunjung ke Indonesia direkomendasikan tetap harus divaksinasi dosis lengkap sebelum bepergian.

Namun, saat ini pemerintah mengimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mencegah penularan virus Covid-19 varian omicron. Sebab, kasus varian omicron yang ada di Indonesia banyak terjadi akibat perjalanan dari luar negeri.

Booster dimulai

Sementara itu, pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster pada 12 Januari mendatang. “Saya update mengenai program vaksinasi booster sudah diputuskan oleh Bapak Presiden akan jalan 12 Januari,” ujar Menkes Budi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta.

Baca juga : Bansos yang Tetap Disalurkan pada 2022

Vaksinasi booster ini akan diberikan kepada kelompok masyarakat dewasa yang berusia di atas 18 tahun sesuai rekomendasi dari WHO. Vaksinasi booster juga hanya akan diberikan kepada kabupaten kota yang telah memenuhi kriteria 70 persen suntikan pertama dan 60 persen untuk suntikan kedua.

“Jadi, sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, vaksinasi booster ini akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua. Kementerian Kesehatan mengidentifikasi terdapat sekitar 21 juta sasaran yang sudah masuk dalam kategori ini per Januari ini.

“Jenis booster nanti akan kita tentukan, ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog jenis vaksinnya berbeda. Ya mudah-mudahan nanti akan bisa segera diputuskan tanggal 10 sesudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” ujar Budi.

photo
Ilustrasi Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga atau Booster - (republika/mardiah)

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement