Jumat 17 Dec 2021 05:09 WIB

Arti Kelor di NTT dan di Pulau Seribu: Itu Nama Sansekerta?

KPK sita pulau Kelor di propinsi NTT

Artefak di Pulau Kelor di Kepulauan Seribu.
Foto: Ridwan Saidi
Artefak di Pulau Kelor di Kepulauan Seribu.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Saidi, Politisi Senior, Sejarawan, dan Budayawan Betawi.

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama melakukan sita pulau Kelor NTT yang berjarak 2 - 3 Km dari kabupaten Manggarai. Seseorang yang mengaku memiliki surat-surat menawarkan pulau ini seharga 101 milyar rupiah di online.

Sebutan Pulau Kelor (lihat foto di atas) juga ada di Kepulauan Seribu. Artefak di atasnya itulah Kelor yang artinya jaga, bisa juga Roa atau Rua yang artinya Sign atau tanda. Misal Jaga Karsa, Jaga Monyet, Roa Malaka, Saparua. 

 

Bangunan kuno itu bukan untuk ritual. Kalau di darat namanya jondol, tempat rehat publik dalam perjalanan pelayaran.

Memahami toponim tak dapat dengan bahasa Sanskerta, walau bahasa ini banyak yang memuja seolah ini bahasa surgawi. Bahasa pujaan ini sulit dicari dalam toponim, di prasasti tidak berapa biji. Di zona ekonomi orang gunakan Melayu.

Sanskerta bahasa orang Arya. Mereka ras Caucasia yang tinggal di perbatasan Asia Tengah dan Hindustan. Mereka  migrasi ke Andunisi XV M. Kebanyakan mereka menganut agama Zion. Misalnya syahbandar Kalapa XV/XVI M,  Aria Rana Manggala.

Gado-gado Boplo terkenal. Boplo nama jalan yang menghubungi Sam Ratulangi dengan Johar. Boplo artinya tanah keras. Ada bama NV Bouwploeg, tahun 1920, kontraktor perumahan di Menteng, meniru fonem boplo.

Peninggalan sejarah baik fisik seperti pulau Kelor di NTT, mau pun non fisik seperti toponim memang harus dijaga. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement