Kamis 30 Dec 2021 08:56 WIB

Pasukan Mataram Unjuk Gigi di Betawi dengan Akhlak: Kompeni Ojo Sekarepe Dewe!

Mataram menyerang Betawi bukan untuk menguasai tapi untuk menghukum VOC

Pertempuran p.asukan Sultan Agung lawn VOC di Batavia
Foto: Istimewa
Pertempuran p.asukan Sultan Agung lawn VOC di Batavia

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Saidi, Politisi Senior, Sejarawan, dan Budayawan Betawi.

Mataram lama yang berpusat di Sleman awalnya berperan dalam zona econ Semarang, tapi akhirnya pada IX M mereka undur diri karena harus bersaing dengan para pebisnis dari Asia Minor. 

Mestinya Mataram II telah bangkit sebelum 1540, karena pada tahun-tahun itu sudah take over keamanan zona ekonomi Semarang dari Demak yang dihancurkan "raden" Pate. Zona ekonomi Bandar Jakarta juga minta bantuan Mataram untuk memperkuat pertahanan di Sunda Kalapa.

Kemudian pada tahun 1580 Mataram membasmi pengacau yang bikin onar di masjid Tegal Kalong Sumedang. Dan setelah itu pun pasukan reguler Mataram ada yang bertugas di Sumedang.

Di sekolah tidak diajarkan sebab-sebab terjadinya perang Mataram vs Belanda. Pada tahun 1623 pasukan Mataram diusir Belanda dari Batavia (re: Oud Batavia).

Baca juga : Hingga 2 Januari, Pelanggar Ganjil Genap Kena Denda Tilang Progresif

Lima tahun Mataram mempersiapkan diri. Banyak narasi beredar bahwa Mataram jalan kaki ke Jakarta, bahkan ada yang bilang mereka mampir dulu di Karawang untuk bersawah. Tidak. Pasukan Mataram dang ke Betawi dengan membawa gajah. Mereka gunakan kapal dari Semarang. Sebuah lithogarfi Belanda menunjukan pasukan gajah Mataram.

Pasukan Mataram tiba di Batavia Agustus 1628. Lalu di mana base camp pasukan Mataram?  Ternyata itu di tempat yang kemudian diberi nama Kampung Jawa. Ketika itu bukit-bukit Tambora di Jakarta Pusat itu belum diratakan. Akses ke Kota via Pekancilan, jalan yang kelebarannya cukup untuk gajah. Kapal-kapal Mataram merapat di Ancol. Dari Ancol, dengan menghindari kawasan yang sekarang disebut sebagai stasiun kereta api Beos, tidak jauh, menuju kampung Jawa itu tidak terlalu jauh.

Tentara Belanda dimana? Mereka berada di Museum Bahari, sekarang. Loji tentara ini berada di belakangnya, yakni berada kawasan yang kini disebut sebagai jalan Pakin.

Kemudian berapa banyak clash atau pertempuran antara Belanda dan pasukan Mataram terjadi? Jawabnya, setidaknya terjadi dua kali.

Clash pertama di depan stasiun kereta api Beos, sekarang, Belanda membuat lithonya. Di sini pasukan gajah Mataram beraksi. Berdasar litho, saat itu tampak Mangga Dua masih sawah. Clash ini dimenangkan Mataram.

Clash kedua sebenarnya bukan clash karena pasukan Mataram melakukan aksi pembakaran di loji Jl Pakin yang oleh tentara VOC dijadikan asrama. VOC kalah total. Banyak Belanda yang mati hangus. Bekas-bekas pembakaran dan kuburan tentara VOC itu hingga kini masih ada.

Dalam buku sejarah perang Sultan Agung 1628-1629, kejadian itu terjadi pada waktu antara bulan Agustus-Februari di tahun-tahun  tersebut.

Mengapa Mataram tidak kuasai Batavia? Bukan niatnya. Mataram hanya mau kasih pelajaran pada orang-orang Belanda, ojo sa'karepé déwé!

Baca juga : Hingga 2 Januari, Pelanggar Ganjil Genap Kena Denda Tilang Progresif

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement