Selasa 02 Nov 2021 14:08 WIB

Hingga Oktober, 149 Kejadian Bencana Terjang Kota Sukabumi

Total kerugian akibat bencana di Sukabumi mencapai Rp 5,7 miliar

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Hujan deras yang melanda Kota Sukabumi menyebabkan sebuah jembatan lingkungan roboh di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong. Sepanjang kurun waktu Januari hingga Oktober 2021 tercatat sebanyak 149 kejadian bencana di Kota Sukabumi. Hal ini didasarkan data dari Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.
Foto: istimewa
Hujan deras yang melanda Kota Sukabumi menyebabkan sebuah jembatan lingkungan roboh di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong. Sepanjang kurun waktu Januari hingga Oktober 2021 tercatat sebanyak 149 kejadian bencana di Kota Sukabumi. Hal ini didasarkan data dari Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sepanjang kurun waktu Januari hingga Oktober 2021 tercatat sebanyak 149 kejadian bencana di Kota Sukabumi. Hal ini didasarkan data dari Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

"Kasus bencana dalam sepuluh bulan terakhir mencapai sebanyak 149 kejadian di wilayah administrasi Kota Sukabumi," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, Selasa (2/11). Angka ini naik dari agregasi sebelumnya (Januari-September) sebanyak 130 kali yang tersebar di tujuh kecamatan.

Akibatnya kata Zulkarnain, ditaksir luas area terdampak 52,34 hektare dengan nilai kerugian mencapai Rp 5.758.562.500 naik dari Rp 5.298.662.500. Selain itu berdampak kerusakan pada sekitar 67 unit bangunan dan 119 jiwa dilaporkan terdampak, diantaranya dua jiwa meninggal dunia dan 5 diungsikan.

Kejadian yang paling dominan melanda ungkap Zulkarnain adalah cuaca ektrem 62 kali, disusul longsor 37 kali dan kebakaran 25 kali. Khusus untuk periode Oktober 2021 terdapat 19 kejadian yang menyebabkan 21 jiwa terdampak, 19 bangunan rusak didominasi rumah warga 16 unit dan sisanya seperti fasilitas pendidikan.

Zulkarnain merinci jenis bencana pada Oktober 2021 yakni puting beliung sebanyak 2 kali kejadian dengan luas area terdampak 71 meter persegi. Berikutnya banjir 21 kali kejadian dengan luas area terdampak 513,177 meter persegi.

Selanjutnya cuaca ekstrem 62 kali kejadian dengan luas area terdampak 5.911 meter persegi. Kebakaran sebanyak 25 kali kejadian dengan luas area terdampak 2.468 meter persegi.

Terakhir tanah longsor sebanyak 37 kali kejadian dengan luas area terdampak 1.815 meter persegi dan gempa 2 kali kejadian. Zulkarnain menuturkan, sebaran nilai kerugian meliputi Kecamatan Baros Rp 173.900.000, Lembursitu Rp 384.450.000, Cibeureum Rp 216.250.000, Citamiang Rp 311.975.000, Warudoyong Rp 2.540.500.000, Gunung Puyuh Rp 774.712.500, dan Cikole Rp 1.356.775.000

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement